Kue ini berasal dari Kabupaten Simalungun dan terbuat dari campuran ubi kayu serta daging yang mengandung tulang lunak, yang biasanya berasal dari bagian punggung ayam atau unggas lainnya.
Dahulu kala, ketika masih mudah ditemukan, kue Labar juga dibuat dengan menggunakan daging tupai (buyut), burung puyuh (leto), dan kelelawar buah (lingkaboh).
Untuk menciptakan cita rasa autentik Labar, diperlukan berbagai bumbu seperti sereh, kemiri, lengkuas, bawang Batak, lada, sikkam, dan ubi parut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses awal dimulai dengan membakar daging ayam, lalu mencincangnya bersama dengan semua bumbu hingga halus sempurna.
Setelah bumbu dan daging halus, campuran ini kemudian dicampur dengan ubi parut yang sebelumnya telah diperas agar kadar airnya berkurang.
Sebagian orang mengolah Labar dengan membungkusnya menggunakan daun kelapa, sementara yang lain menyajikannya langsung di atas piring tanpa pembungkus.
Setelah semua bahan tercampur merata, Labar siap untuk disajikan. Biasanya, Labar disantap bersama nasi putih yang tidak terlalu panas.
Kue-kue khas Sumatera Utara bukan hanya menggugah selera, namun juga menggambarkan keanekaragaman budaya serta tradisi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Setiap kali mencicipi sepotong kue adalah seperti menjalani perjalanan ke dalam sejarah kuliner yang kaya dan beragam dari Sumatera Utara, sebuah warisan yang patut dijaga dan dihargai.
Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati kelezatan yang otentik dari berbagai macam kue tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara.







