Kini Bika dibuat dalam rasa pandan, namun ada juga yang mengembangkannya dalam varian rasa lain, seperti, durian, keju, cokelat.
Kawasan yang banyak penjual Bika Ambon adalah Kawasan Jalan Majapahit. Kawasan Jalan Majapahit sangat ramai menjual Bika Ambon sejak 1980-an dan menjadi pusat penjualan Bika Ambon di Medan.
Nama-nama tempat yang terkenal jualan Bika Ambon di Medan, seperti Bika Ambon Zulaikha, Bika Ambon Holland Bakery dan beberapa toko lainnya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada 1970-an, Bika Ambon selalu dihidangkan sebagai kudapan menikmati es krim.
Nama Bika Ambon memang unik. Meski ada kata Ambon pada namanya, namun bukan berarti kue Bika Ambon berasal dari ibukota Provinsi Maluku tersebut.
Kehadiran Bika Ambon yang berbeda nama dan lokasi asal menuai banyak kontroversi.
Bika Ambon yang memang sangat nikmat ini kemudian menjadi sangat populer di Medan dan menjadi fenomenal hingga banyak cerita tentang asal muasal Bika Ambon.
2. Ombus-Ombus
Ombus-ombus merupakan kue tradisional khas batak yang terbuat dari campuran tepung beras atau ketan, kelapa parut, dan gula merah.
Kue ini telah lama menjadi bagian dari warisan budaya Batak dan sangatlah nikmat dinikmati bersama dengan kopi atau teh hangat.
Dengan filosofi yang menekankan kepuasan, kesehatan, dan kehangatan, sejarah serta cara pembuatan Ombus-ombus bisa dijelaskan berdasarkan laporan dari Journal of Research in Humanities and Social Science mengenai “Ombus-ombus: Makanan Tradisional dari Batak”.
Ombus-ombus pertama kali diciptakan oleh Musik Sihombing pada tahun 1940.
Pada masa itu, adanya kegiatan perdagangan telah meningkatkan aktivitas ekonomi di masyarakat Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara.
Awalnya, Musik menghadirkan lepat yang berisi nasi dengan gula merah yang mencair, berbentuk kerucut, dan disusun dalam daun pisang yang ia namakan “Lappet Bulung Tetap Panas”.
Ia kemudian meneruskan usahanya dengan memperdagangkan kue tradisional tersebut.







