Begini Nasib sejumlah rumah sakit di Gaza yang lumpuh akibat perang Israel-Hamas

Selasa, 14 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasien dan warga pengungsi berkumpul di rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada Jumat (10/11). (AFP)

Pasien dan warga pengungsi berkumpul di rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada Jumat (10/11). (AFP)

Al-Rantisi dan Al-Nasr, Gaza utara

Rumah Sakit Rantisi untuk Anak-Anak dan Rumah Sakit Al-Nasr di dekatnya, di Gaza utara, telah dievakuasi pada Jumat (10/11) kecuali beberapa pasien dan staf.

Rantisi adalah satu-satunya rumah sakit yang memiliki ruang perawatan kanker anak di Gaza.

Militer Israel merilis kepada BBC rincian percakapan telepon antara seorang pejabat di Rantisi dan seorang perwira senior militer Israel, di mana mereka membahas pengiriman ambulans untuk mengevakuasi pasien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pejabat rumah sakit itu bertanya tentang nasib ratusan warga sipil yang mengungsi dan berkemah di dua rumah sakit.

Perwira Israel mengatakan kepada warga sipil untuk pergi melalui pintu masuk utama pada pukul 11:20 dan menjelaskan secara rinci jalan-jalan mana yang harus mereka lalui untuk meninggalkan Gaza.

Perwira IDF sudah dua kali memberitahu petugas rumah sakit agar memastikan warga sipil membawa sesuatu berwarna putih untuk menunjukkan bahwa mereka bukan pejuang.

“Mereka semua akan keluar dengan tangan diangkat ke udara,” kata pejabat rumah sakit itu.

“Sempurna,” kata orang Israel itu.

Dalam sebuah video yang diverifikasi oleh BBC, orang-orang yang mengibarkan bendera putih berjalan di tengah tembakan-tembakan ketika mereka berusaha meninggalkan Al-Nasr pada Jumat (10/11).

Tidak jelas dari mana suara tembakan itu berasal atau siapa yang menembakkannya.

Dr Bakr Gaoud, kepala Rumah Sakit Rantisi, dikutip oleh New York Times mengatakan bahwa pasukan Israel tiba pada akhir pekan lalu dan memberikan peta yang menunjukkan jalan keluar yang aman.

“Kami membawa pasien keluar dari tempat tidur mereka,” katanya, sambil menambahkan bahwa mereka mengirim pasien dalam kondisi buruk ke Al-Shifa, yang sudah kewalahan dan kesulitan beroperasi.

BACA JUGA  Hore, Pembangunan Jalan Tol Kutepat Akan Segera Selesai! Medan Danau Toba Hanya Makan Waktu 1,5 Jam

Yang lainnya, katanya, telah berjalan ke Gaza selatan untuk menghindar dari pertempuran utama.

Berita Terkait

BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak
BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana
Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi
Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam
Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut
Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot
Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia
Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:35 WIB

BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana

Senin, 18 Mei 2026 - 15:26 WIB

Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi

Rabu, 22 April 2026 - 13:24 WIB

Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut

Jumat, 17 April 2026 - 21:28 WIB

Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot

Berita Terbaru