Begini Nasib sejumlah rumah sakit di Gaza yang lumpuh akibat perang Israel-Hamas

Selasa, 14 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasien dan warga pengungsi berkumpul di rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada Jumat (10/11). (AFP)

Pasien dan warga pengungsi berkumpul di rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada Jumat (10/11). (AFP)

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan setidaknya ada 2.300 orang yang masih berada di dalam rumah sakit – sekitar 650 pasien, 200-500 staf dan sekitar 1.500 orang yang berlindung.

Jumlah ini mencakup bayi baru lahir yang disimpan di ruang bedah rumah sakit.

Staf mengatakan bahwa tiga dari 39 bayi yang mereka rawat telah meninggal selama akhir pekan karena kurangnya inkubator.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bayi yang selamat menghadapi risiko kematian yang serius, kata dokter.

Staf rumah sakit mengatakan untuk memindahkan bayi dengan aman akan membutuhkan peralatan canggih, dan bahwa tidak ada “rumah sakit yang lebih aman” di dalam Gaza.

Marwan Abu Saada, seorang ahli bedah di Al-Shifa, mengatakan bahwa ada pengeboman di sekitar rumah sakit dan ambulans tidak bisa masuk.

Abu Saada mengatakan pada hari yang sama bahwa 300 liter hanya akan “bertahan 30 menit”, dan bahwa rumah sakit saat ini membutuhkan 10.000 liter sehari untuk beroperasi secara normal.

Ditambah lagi, meningkatnya risiko penyakit dari kebersihan yang buruk dan pembusukan mayat yang tidak dapat didinginkan.

Dr Mohamed Abu Selmia, manajer Al-Shifa, mengatakan ada sekitar 150 jenazah yang membusuk dan “mengeluarkan bau tidak sedap”.

Dia mengatakan bahwa pihak berwenang Israel masih belum memberikan izin bagi jenazah tersebut untuk dibawa dan dikuburkan.

Menurutnya, anjing kini telah memasuki halaman rumah sakit dan mulai memakan jenazah tersebut.

Dr. Marwan Al-Barsh yang merupakan direktur jenderal Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan situasi ini diperburuk oleh kurangnya bahan bakar untuk listrik di kamar mayat.

“Listrik diputus oleh pasukan Israel yang menargetkan generator, yang menyebabkan pembusukan mayat-mayat karena kita melihat cacing keluar dari mereka,” kata Al-Barsh seperti yang dilansir BBC.

BACA JUGA  Warga Palestina Dilanda Krisis Pangan, Saat ini Hanya Satu Toko Roti yang Tersisa di Gaza

Al-Bursh mengatakan pihaknya kesulitan untuk menguburkan jenazah karena ancaman militer Israel.

“Kami mencoba berkoordinasi dengan pasukan Israel agar kami diizinkan menguburkan jenazah di dalam rumah sakit, namun siapa pun yang mencoba keluar dari rumah sakit akan langsung ditembak,” ujarnya.

Israel mengatakan “dengan keyakinan” bahwa ada pusat komando Hamas di bawah rumah sakit Al-Shifa.

Mereka membagikan gambar tiga dimensi dari apa yang mereka sebut sebagai jaringan terowongan di bawah rumah sakit, dan rekaman yang kata mereka menunjukan pejuang Hamas yang membahas terowongan itu.

Hamas membantah menggunakan rumah sakit atau memiliki pusat operasi di bawahnya. Dokter di dalam juga bersikeras bahwa tidak ada kehadiran Hamas di sana.

Berita Terkait

Peduli Pendidikan Keagamaan, Al Haura Sumut Bagikan Al-Qur’an ke Santri di Tapsel
Poldasu Segera Gerebek Judi yang Diduga milik Aseng Kayu
BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak
BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana
Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi
Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam
Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut
Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:45 WIB

Peduli Pendidikan Keagamaan, Al Haura Sumut Bagikan Al-Qur’an ke Santri di Tapsel

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:33 WIB

Poldasu Segera Gerebek Judi yang Diduga milik Aseng Kayu

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana

Senin, 18 Mei 2026 - 15:26 WIB

Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi

Rabu, 29 April 2026 - 09:21 WIB

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam

Berita Terbaru

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Ferry Walintukan

Sumut Update

Poldasu Segera Gerebek Judi yang Diduga milik Aseng Kayu

Sabtu, 18 Jul 2026 - 17:33 WIB