Rumah sakit Al-Ahli
Dr Tedros dari WHO mengatakan pada 10 November bahwa rumah sakit yang berfungsi di Jalur Gaza sedang “beroperasi jauh melebihi kapasitas mereka”.
Dr Ghassan Abu Sittah, seorang dokter yang bekerja di rumah sakit Al-Ahli di Gaza utara, mengatakan kepada BBC bahwa rumah sakit itu kini berusaha merawat semua yang terluka di Kota Gaza tetapi tidak memiliki sumber daya untuk mengatasinya.
Ia mengatakan bahwa ambulans tiba dengan orang-orang yang terluka setiap 10 menit, dan staf rumah sakit tidak bisa mengakses bank darah, yang katanya dikelilingi oleh tank Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak memiliki teknisi rontgen dan kami kekurangan obat sampai pada titik di mana kami harus melakukan operasi yang sangat menyakitkan pada luka besar agar tetap bersih tanpa analgesia, tanpa obat bius,” katanya.
Ia menambahkan bahwa ruang operasi hanya digunakan untuk operasi penyelamatan jiwa “karena kami tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk merawat semua orang”.
Bulan lalu, Al-Ahli mengalami ledakan yang mematikan, yang kemudian menjadi fokus perdebatan antara Israel dan Hamas tentang siapa yang bertanggung jawab.






