RSAM Bukittinggi Terima 18 Jenazah Korban Banjir Bandang di Kabupaten Agam

Minggu, 12 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (instagram pdg24jam)

banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (instagram pdg24jam)

Potretsumut.com – Korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat terus bertambah. Tercatat
Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi telah menerima 18 jenazah korban banjir bandang

Menurut Dirut RSAM Bukti Tinggi, Busril, hingga siang ini, sudah ada 18 jenazah yang diterima oleh rumah sakit tersebut.

Dari 18 jenazah yang diterima, sebanyak 13 orang sudah berhasil diidentifikasi. Korban-korban tersebut berasal dari Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, dan Kecamatan Sungai Pua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain korban meninggal, RSAM Bukittinggi juga merawat 20 korban luka-luka akibat banjir bandang tersebut.

Saat ini, tim gabungan masih aktif melakukan penanganan dan pencarian korban hilang. Upaya pencarian melibatkan penggunaan alat berat untuk mempercepat proses pencarian.

BACA JUGA  Inalillahi. 15 Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang di Agam

Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, mengonfirmasi bahwa ada 8 warganya yang meninggal dunia akibat banjir bandang pada Sabtu malam. Delapan orang tersebut sudah diidentifikasi dan telah dibawa oleh keluarga untuk proses pemakaman.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa dari total korban meninggal, 11 orang ditemukan di wilayah Kecamatan Canduang, sedangkan 4 orang lainnya ditemukan di Kecamatan Sungai Pua.

Abdul Muhari juga mengonfirmasi bahwa sSebanyak 4 korban di Kecamatan Canduang telah berhasil diidentifikasi, dan 7 orang luka-luka telah dievakuasi dan mendapat perawatan di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Ini Alasan Kenapa Judi Online dan Slot Sulit untuk Dibersihkan di Facebook

“Dari 11 korban yang dievakuasi di wilayah Kecamatan Canduang, 4 orang telah diidentifikasi oleh petugas, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi,” kata Abdul Muhari.

Sementara itu, di Kecamatan Sungai Pua, 3 korban meninggal telah diidentifikasi, dan satu korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Warga yang mengalami luka-luka juga telah mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.

Banjir bandang terjadi setelah hujan lebat menghantam tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Canduang, Kecamatan Sungai Pua, dan Kecamatan IV Koto.

Di Kecamatan IV Koto, banjir merendam Nagari Koto Tuo, mengakibatkan sekitar 60 warga dievakuasi ke SMPN 1 Koto Tuo.

Selain itu, sejumlah rumah, tempat usaha, dan sekolah juga tergenang banjir di wilayah tersebut, menambah kerugian akibat bencana tersebut. (ls)

 

Berita Terkait

BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak
BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana
Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi
Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam
Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut
Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot
Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia
Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:35 WIB

BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana

Senin, 18 Mei 2026 - 15:26 WIB

Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi

Rabu, 22 April 2026 - 13:24 WIB

Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut

Jumat, 17 April 2026 - 21:28 WIB

Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot

Berita Terbaru