9 Fakta Kecelakaan Bus di Subang, Salah satunya Orang Tua Korban sempat Protes.

Minggu, 12 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serah terima jenazah dari tim DVI ke keluarga korban kecelakaan bus Ciater. (Instagram: Subang.info)

Serah terima jenazah dari tim DVI ke keluarga korban kecelakaan bus Ciater. (Instagram: Subang.info)

7. Ijin Bus Sudah Kadaluarsa Sejak Desember 2023

Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bus tersebut diduga tidak memiliki izin angkutan. Bahkan, status lulus uji berkala dari bus Trans Putera Fajar telah kadaluwarsa sejak 6 Desember 2023.

“Adapun pada aplikasi Mitra Darat, bus tersebut tercatat tidak memiliki izin angkutan,” kata kata Kepala Bagian Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aznal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA  Mau Lulus CPNS 2024? Ikuti Tips Sukses Menjadi CPNS dan Raih Suksesmu!, Cek Formasi dan Link Registrasi

Aznal juga mengungkapkan, status lulus uji berkala dari bus Trans Putera Fajar dengan nomor polisi AD 7524 OG juga telah kadaluwarsa sejak 6 Desember 2023.

8. Bus Tidak Layak Jalan

Kepala Dishub Subang, Asep Setia Permana mengatakan bus yang membawa rombongan siswa dan guru SMK Lingga Kencana Depok menuju Ciater tersebut tidak layak jalan.

“Kalo dia layak jalan gitu kan atau tidak ada komponen yang rusak tidak akan terjadi kecelakaan seperti tadi,” kata Asep seperti dikutip dari Antaranews Minggu, 12 Mei 2024.

9. Orang Siswa Sempat Protes

Riris salah satu orang tua siswa sempat protes dengan pihak sekolah terkait informasi yang simpang siur yang ia terima.

Ia sempat mempertanyakan keberadaan guru pendamping di masing-masing bus. Namun pihak sekolah tidak memberikan jawaban pasti.

BACA JUGA  AH yang Terjaring OTT Polda Sumut Baru Dua Bulan dilantik Sebagai Komisioner Bawaslu

“Saya ini guru, seharusnya, ada guru di masing-masing bus. Jangan ditanya tidak tahu dan tidak ada jawaban pasti,” ucapnya histeris .

Kecelakaan bus di Ciater, Subang, menjadi tragedi yang merenggut banyak nyawa dan menimbulkan luka bagi puluhan orang.

Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini dan menegaskan langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan. (*)

Berita Terkait

Peduli Pendidikan Keagamaan, Al Haura Sumut Bagikan Al-Qur’an ke Santri di Tapsel
Poldasu Segera Gerebek Judi yang Diduga milik Aseng Kayu
BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak
BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana
Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi
Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam
Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut
Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:45 WIB

Peduli Pendidikan Keagamaan, Al Haura Sumut Bagikan Al-Qur’an ke Santri di Tapsel

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:33 WIB

Poldasu Segera Gerebek Judi yang Diduga milik Aseng Kayu

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana

Senin, 18 Mei 2026 - 15:26 WIB

Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi

Rabu, 29 April 2026 - 09:21 WIB

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam

Berita Terbaru

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Ferry Walintukan

Sumut Update

Poldasu Segera Gerebek Judi yang Diduga milik Aseng Kayu

Sabtu, 18 Jul 2026 - 17:33 WIB