9 Fakta Kecelakaan Bus di Subang, Salah satunya Orang Tua Korban sempat Protes.

Minggu, 12 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serah terima jenazah dari tim DVI ke keluarga korban kecelakaan bus Ciater. (Instagram: Subang.info)

Serah terima jenazah dari tim DVI ke keluarga korban kecelakaan bus Ciater. (Instagram: Subang.info)

4. Masalah pada Rem Bus

Pihak kepolisian menyelidiki masalah rem bus yang diduga menjadi penyebab kecelakaan.

Sopir bus mengaku telah memperbaiki rem pada saat istirahat siang hari sebelum kecelakaan terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA  Begini Cara Pemkab Simalungun Guncang Stunting dengan 5 Langkah ini

Namun, rem kembali bermasalah pada malam harinya, menyebabkan bus sulit dikendalikan dan akhirnya menabrak beberapa kendaraan di sekitarnya.

5. Rem Sempat Rusak dan Diperbaiki

Menurut pengakuan sopir bus tersebut, Sadira, bus Fajar Utama mengalami kerusakan pada remnya dan telah diperbaiki saat istirahat siang hari sebelum kecelakaan terjadi di Ciater, Subang, pada Sabtu (11/5) malam.

Meskipun Sadira selamat dari kecelakaan tersebut, namun dia mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya, termasuk kepala, tangan, dan kaki.

Saat ini, ia masih menjalani perawatan di RSUD Subang. Menurutnya, meskipun rem bus telah diperbaiki saat istirahat, namun saat kecelakaan terjadi, rem kembali mengalami masalah.

Hal ini menyebabkan Sadira kesulitan mengendalikan kendaraannya, dan dia memutuskan untuk membuang kendaraan tersebut agar tidak menimbulkan korban lebih banyak lagi.

BACA JUGA  5 Partai Bersaing Ketat di Perolehan Suara Sementara di Kota Binjai

“Waktu itu saya buang kendaraan yang saya kemudikan tersebut, saya buang ke kanan kena mobil Feroza dan 3 motor. Padahal, waktu itu ada sekitar 5 motor jika tidak dibuang (banting setir) akan banyak korban,” ungkap Sadira.

6. Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan

Pihak pengelola bus akan dimintai keterangan terkait perawatan bus tersebut.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga mencatat bahwa bus tersebut tidak memiliki izin dan status uji berkalanya telah kedaluwarsa. Data ini akan digunakan dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Berita Terkait

BKKBN Sumut Perkuat Mutu Pelayanan KB dan Tata Kelola Alokon
Menteri Wihaji Lantik Ari Armawan sebagai Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut
Wisuda 2.133 Lulusan Unimed, Rektor: Miliki Kompetensi Digital dan Kemampuan Berpikir Kritis
Launching Pemutakhiran Data Keluarga 2026 di Simalungun, Kaper BKKBN Sumut Tekankan Akurasi Data
Peduli Pendidikan Keagamaan, Al Haura Sumut Bagikan Al-Qur’an ke Santri di Tapsel
Poldasu Segera Gerebek Judi yang Diduga milik Aseng Kayu
BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak
BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:29 WIB

BKKBN Sumut Perkuat Mutu Pelayanan KB dan Tata Kelola Alokon

Kamis, 3 September 2026 - 08:31 WIB

Menteri Wihaji Lantik Ari Armawan sebagai Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Wisuda 2.133 Lulusan Unimed, Rektor: Miliki Kompetensi Digital dan Kemampuan Berpikir Kritis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Launching Pemutakhiran Data Keluarga 2026 di Simalungun, Kaper BKKBN Sumut Tekankan Akurasi Data

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:33 WIB

Poldasu Segera Gerebek Judi yang Diduga milik Aseng Kayu

Berita Terbaru

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Ari Armawan, S.Kom. (foto: Diva Suwanda)

Sumut Update

BKKBN Sumut Perkuat Mutu Pelayanan KB dan Tata Kelola Alokon

Rabu, 9 Sep 2026 - 15:29 WIB