“Sekelas kepala kantor apakah etika seperti ini? Ini sdh termasuk dlm pelecehan verbal, bisa dipidana ya, tetapi setidaknya ada sanksi tegas dr KL ya berupa hukdis,” komentar @monkey.d.ra***
Kejadian bermula saat Jiah, yang sedang berlibur sendirian di Manado, sedang makan di sebuah restoran populer di kota tersebut.
Di sini, dia dihampiri oleh dua pria asal Kendari. Setelah berkenalan, salah satu dari mereka, yang kemudian diketahui bernama Asri, mengajak Jiah ke hotel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian viral, mengundang reaksi keras dari publik.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana ASN seharusnya bertindak dalam kapasitas pribadi mereka, serta dampak dari tindakan mereka terhadap citra instansi pemerintah.
Ini juga membuka diskusi mengenai keamanan dan privasi pengunjung internasional di Indonesia, serta bagaimana mereka harus dilindungi dari perilaku yang tidak pantas.
Untuk memulihkan kepercayaan publik, sangat penting bagi pemerintah dan instansi terkait untuk bertindak secara transparan dalam menangani kasus ini.
Masyarakat meminta pihak berwenang untuk melakukan investigasi mendalam dan mengambil tindakan yang sesuai terhadap Asri Damuna.
Lebih jauh lagi, kejadian ini harus menjadi momentum untuk mereformasi tata kelola dan etika ASN, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Insiden ini tidak hanya menjadi pelajaran penting bagi ASN dalam menjaga etika profesi tetapi juga bagi masyarakat umum tentang pentingnya menghormati privasi dan kebebasan setiap individu, terlepas dari latar belakang atau kebangsaan mereka.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






