“Sebagai bentuk rasa nasionalisme, semoga presiden bisa instruksikan semua pemegang hak siar laksanakan NOBAR GRATIS dan tanpa syarat,” komentar @dediharianto855 dalam postingan akun instagram Undercover.id
“Ribet amat Indonesia.. rakyat nya pgn seneng aja susah amat pgn liat team nya sendiri….,” komentar @agung_ophye
“SEGITUNYA NYARI UNTUNG @sport_mnctv @timnas.indonesia @pssi @erickthohir KAMI SEBAGAI PENDUKUNG KECEWA APABILA DILARANG MENONTON TIMNAS BERLAGA!! Nobar itu tradisi dan lebih seru dibanding menonton lewat hp!!,” komentar @ahmdnr.alfathir
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan ada juga netizen yang mengancam akan memboikot MNC group karena fatwa mereka dan akan melakukan aksi demonstrasi.
“Mulai detik ini boikot @partaiperindo @officialmnctv @officialmnctv @sport_mnctv @hary.tanoesoedibjo @angelatanoesoedibjo @clarissatanoe semua yang berkaitan HARI TANU diboikot atau kita rujak rame rame, kalo bisa bully habis habisan, ingat LARANGAN ADALAH PERINTAH,, Nobar dilarang, turunkan harga saham MNC mereka,” komentar @nino_ardian28
“TETAP NOBAR. KLO JALUR HUKUM DEMO RAME” tulis @__ainunnajib
Acara nobar merupakan salah satu cara untuk mempererat tali persaudaraan dan membangun solidaritas di antara masyarakat, terutama dalam konteks mendukung timnas dalam ajang yang prestisius seperti Piala Asia.
Larangan nobar yang diberlakukan oleh MNC Group tidak hanya berdampak pada para penggemar Timnas U-23, tetapi juga dapat berdampak pada masyarakat secara umum.
Meskipun larangan nobar yang diberlakukan oleh MNC Group menjadi hambatan besar bagi para penggemar Timnas U-23, namun masih ada potensi untuk menemukan solusi alternatif.
Salah satu solusi yang mungkin adalah dengan menggelar acara nobar di tempat-tempat yang tidak terafiliasi langsung dengan MNC Group, seperti kafe atau restoran yang tidak terikat dengan sponsor resmi AFC. (*)
Halaman : 1 2






