Menyingkap Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di PPU: Tersangka Mengarang Cerita untuk Kelabui Polisi

Rabu, 7 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemakaman para korban pembunuhan satu keluarga di PPU, di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu. Lima jenazah dikuburkan dalam satu liang lahat.

Pemakaman para korban pembunuhan satu keluarga di PPU, di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu. Lima jenazah dikuburkan dalam satu liang lahat.

Namun, karena jumlahnya kalah, JND akhirnya terpojok dan diancam oleh orang asing tersebut. Dia kemudian kembali ke rumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada A.

Kapolres menyatakan bahwa keterangan ini dianggap tidak masuk akal, sehingga JND diamankan oleh polisi.

Selanjutnya, polisi fokus pada olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengkonfirmasi hasilnya dengan keterangan dari JND. Akhirnya, JND mengakui bahwa dia lah pelaku pembunuhan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres juga mencatat bahwa pada awalnya tersangka tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya ketika memberikan keterangan kepada polisi. Namun, setelah mengakui perbuatannya, dia mulai terlihat menyesali perbuatannya.

Motif di Balik Kejahatan

Meskipun motif awalnya tidak jelas, namun penyelidikan telah mengungkapkan kemungkinan motif di balik kejahatan ini. Konflik internal dan persoalan pribadi di antara anggota keluarga dan tersangka diduga menjadi pemicu dari tindakan keji tersebut.

AKBP Supriyanto mengungkapkan bahwa rumah korban dan rumah tersangka berjarak sekitar 20 meter saja.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya beberapa jam setelah kejadian,” ujar Supriyanto.

Supriyanto menjelaskan bahwa J telah mengakhiri hidup Waluyo (35) beserta istrinya, Sri Winarsih (34), dan ketiga anak mereka, yakni R (15), V (10), dan Z (2,5), dengan menggunakan parang secara sendirian.

Sebelum melakukan perbuatannya, tersangka yang masih berstatus sebagai pelajar di salah satu SMK swasta di PPU ini sempat mematikan aliran listrik di rumah korban.

“Dia mematikan saklar listrik sebelum memasuki rumah,” tambah Kapolres.

BACA JUGA  Mengerikan, Detik-Detik Danramil Panilai Letda Inf Oktovianus Sogalrey Disergap KKB Papua

Motif di balik tindakan pembunuhan ini, menurut Kapolres, dikarenakan tersangka berada dalam pengaruh minuman keras. Dalam keadaan setengah sadar itu, tersangka mendatangi rumah korban dengan niat untuk mencuri.

“Motif sementara ini, korban dalam kondisi setengah mabuk dan berniat mencuri di rumah korban lalu ketahuan oleh korban Waluyo,” ungkap Supriyanto.

Setelah diketahui, pelaku segera menyabetkan parang yang dibawa dari rumah kepada Waluyo. Akibat serangan parang tersebut, Waluyo mengalami luka parah di bagian kepala dan akhirnya meninggal.

Aksi brutalnya tidak berhenti di situ, dia melanjutkan untuk mengakhiri nyawa anak pertama Waluyo, R, yang masih berusia 15 tahun karena berteriak.

Tak hanya itu, pelaku melanjutkan kebrutalannya dengan menghabisi nyawa istri Waluyo, Sri Winarsih, dan dua anaknya yang masih balita, V dan Z.

Berita Terkait

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam
Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut
Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot
Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia
Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas
Mahasiswa Unimed Lakukan Pendampingan Psikososial untuk Pulihkan Mental Remaja Korban Banjir di Langkat
Saifullah Fakhreza Shah Resmi Diambil Sumpah sebagai Advokat di Pengadilan Tinggi Medan

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:21 WIB

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam

Rabu, 22 April 2026 - 13:24 WIB

Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut

Senin, 13 April 2026 - 23:44 WIB

Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia

Selasa, 7 April 2026 - 13:04 WIB

Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Senin, 16 Maret 2026 - 15:59 WIB

Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas

Berita Terbaru

Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, ST, M.Pd., saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama, menyampaikan bahwa ujian berlangsung selama 10 hari, mulai 21 April hingga 30 April 2026. (Foto: Diva Suwanda)

Pendidikan

17.627 Peserta UTBK-SNBT di Unimed Bersaing Rebut 6.264 Kursi

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:20 WIB