Tentara Israel Serbu dan Jadikan RS Al-Shifa Menjadi Penjara

Jumat, 17 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para korban meninggal dunia akibat gempuran Israel tergeletak di depan RS Al Shifa, Gaza, mengingat rumah sakit tersebut tidak punya lagi kapasitas dan minim sumber daya listrik.

Para korban meninggal dunia akibat gempuran Israel tergeletak di depan RS Al Shifa, Gaza, mengingat rumah sakit tersebut tidak punya lagi kapasitas dan minim sumber daya listrik.

Kepala Kemanusiaan PBB, Martin Griffiths, mengatakan dia “merasa ngeri” karena “rumah sakit bukanlah medan pertempuran”.

Situasi kemanusiaan memburuk

Dr Ahmed Mokhallalati, seorang ahli bedah plastik di RS Al-Shifa, mengatakan kepada BBC bahwa rumah sakit tersebut kekurangan listrik, oksigen dan air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Selasa (14/11), operasi penting telah dilakukan tanpa anestesi yang tepat dan pasien “menjerit kesakitan”.

Para dokter tidak dapat membantu satu pasien yang mengalami luka bakar karena kurangnya peralatan termasuk ventilator dan harus “membiarkannya meninggal”.

BACA JUGA : Puluhan Ibu Hamil di Gaza diperkirakan akan Meninggal karena Melahirkan Sendirian di Rumah

Tidak ada operasi yang dapat dilakukan pada Rabu (15/11), kata dokter Ahmed.

Militer Israel mengeklaim pasukannya menyediakan inkubator, makanan bayi, dan pasokan medis ke rumah sakit.

“Mengapa mereka tidak bisa dievakuasi?” kata dokter Ahmed tentang bayi-bayi di rumah sakit. “Di Afghanistan mereka mengevakuasi kucing dan anjing.”

“Di manakah ICRC [Palang Merah]?” dia menambahkan. “Di mana pemerintah Inggris dan Amerika? Apakah semua orang hanya menunggu kita semua mati di sini dan kemudian mengatakan kita adalah ‘orang baik’?”

Meskipun Israel sebelumnya menyatakan siap mengizinkan staf dan pasien untuk dievakuasi, warga Palestina mengatakan pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah mereka dan terlalu berbahaya untuk memindahkan pasien yang rentan.

BACA JUGA: Jual Nama Palestina, Dua WNA Minta Sumbangan Maksa Sampai Masuk Rumah Ditangkap Warga Cengkareng

Para saksi menggambarkan kondisi yang mengerikan di dalam rumah sakit, dengan banyak keluarga yang kekurangan makanan atau air dan tinggal di koridor dan bau mayat menguar di udara.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “sangat prihatin dengan dampaknya terhadap orang-orang yang sakit dan terluka, staf medis, dan warga sipil”.

BACA JUGA  Ibu dan anak di Sipahutar Taput tewas tertimbun tanah longsor

Berita Terkait

Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas
Mahasiswa Unimed Lakukan Pendampingan Psikososial untuk Pulihkan Mental Remaja Korban Banjir di Langkat
Saifullah Fakhreza Shah Resmi Diambil Sumpah sebagai Advokat di Pengadilan Tinggi Medan
Langkah Nyata Reformasi Birokrasi, BKKBN Sumut Raih Predikat ZI WBK 2025
Lakukan KDRT ke Mantan Istri, MKD Diminta Beri Sanksi Etik ke Oknum DPR RI RHB
Pastikan Distribusi MBG Tepat Sasaran, Kaper BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG ke Toba
TFR Sibolga Sudah On Track, BKKBN Sumut Fokus Genjot mCPR
TFR Tapteng Masih Tinggi, BKKBN Sumut Dorong Penguatan Peran PKB

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 15:59 WIB

Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:33 WIB

Mahasiswa Unimed Lakukan Pendampingan Psikososial untuk Pulihkan Mental Remaja Korban Banjir di Langkat

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:07 WIB

Langkah Nyata Reformasi Birokrasi, BKKBN Sumut Raih Predikat ZI WBK 2025

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:03 WIB

Lakukan KDRT ke Mantan Istri, MKD Diminta Beri Sanksi Etik ke Oknum DPR RI RHB

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:36 WIB

Pastikan Distribusi MBG Tepat Sasaran, Kaper BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG ke Toba

Berita Terbaru