Pada Senin malam, juru bicara IDF Daniel Hagari menunjukkan kepada media apa yang dia sebut sebagai bukti keberadaan infrastruktur Hamas di Rantisi.
Video itu menunjukkan bahan peledak, rompi bunuh diri dan bahkan sepeda motor yang digunakan dalam serangan 7 Oktober, tersembunyi di ruang bawah tanah rumah sakit itu.
Kemudian, dalam video lain terdapat sebuah poros dengan tangga di samping yang ia klaim adalah pintu masuk ke terowongan yang berada di antara sekolah dan rumah sakit, menyebut itu “tidak lain dari terowongan teror”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Klinik Al-Sweidi (Swedia), kamp Shati
Kantor PBB bagian isu kemanusiaan mengatakan dalam keterangan Minggu malam bahwa klinik Swedia telah “terhantam dan hancur” akibat serangan udara pada Sabtu (11/11).
Berdasarkan laporan PPB, ada sekitar 500 orang berlindung di sana dan jumlah korban “tidak diketahui”.
Maryam al-Arabeed, seorang perempuan berusia 65 tahun yang mengatakan tentara Israel telah memasuki fasilitas pada Minggu malam dan memindahkan semua orang keluar.
Ia kemudian menyaksikan “buldoser Israel benar-benar menghancurkan bangunan itu”.
“Mereka membawa para pemuda keluar termasuk ketiga putra saya dan memisahkan perempuan dan anak-anak,” katanya kepada BBC.
Maryam menambahkan bahwa dia tidak tahu di mana putra atau kerabatnya berada.






