Rumah sakit Al-Quds
Rumah sakit terbesar kedua di Jalur Gaza setelah Al-Shifa, menurut Bulan Sabit Merah Palestina, sudah berhenti beroperasi.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan pada Sabtu (11/11) bahwa timnya terjebak di dalam dengan 500 pasien dan sekitar 14.000 orang terlantar, kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak.
Pada Minggu (12/11) dikabarkan bahwa rumah sakit itu “tidak melayani … tidak lagi beroperasi… karena menipisnya bahan bakar yang tersedia dan pemadaman listrik”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka menambahkan bahwa rumah sakit itu “dibiarkan berjuang sendiri di tengah pengeboman Israel yang sedang berlangsung, [sehingga] menimbulkan risiko parah bagi tenaga medis, pasien dan warga sipil yang terlantar”.
Bulan Sabit Merah Palestina juga mengatakan bahwa “konvoi evakuasi” yang melakukan perjalanan dari Khan Younis di Gaza selatan menuju rumah sakit Al-Quds terpaksa berbalik arah setelah “pengeboman tanpa henti”.
Mereka menambahkan bahwa orang-orang yang terjebak di rumah sakit tidak memiliki makanan, air atau listrik.
Doctors Without Borders mengatakan pada Sabtu (12/11) bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan seorang ahli bedah yang bekerja dan berlindung di Al-Quds bersama keluarganya.
Seorang juru bicara Bulan Sabit Merah mengatakan pada kantor berita Reuters bahwa rumah sakit itu telah terperangkap selama hampir seminggu, “tidak ada jalan masuk, tidak ada jalan keluar”, dan daerah sekitarnya mengalami serangan konstan.






