Puasa Ayyamul Bidh Rajab.
Menyongsong Bulan Rajab dengan berpuasa pada hari-hari sunnah adalah cara memurnikan jiwa, membersihkan hati, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Bulan Rajab 2024 membawa sejuta peluang untuk mendapatkan keberkahan melalui puasa sunnah. Puasa sunnah pada bulan ini bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang memperkaya jiwa dan menguatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Berdasarkan kelender Hijriah, Puasa Ayyamul Bidh Rajab jatuh pada tanggal 25-27 Januari 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Puasa sunnah di Bulan Rajab adalah kesempatan luar biasa untuk membersihkan jiwa dari segala beban dan ketidaksempurnaan. Dengan menahan diri dari keinginan duniawi, kita dapat menciptakan ruang bagi kesucian dan kebersihan batin.
Setiap hari puasa sunnah adalah peluang untuk mendekatkan diri pada Allah. Saat kita menahan diri dengan penuh kesadaran, ketaqwaan kita semakin diperkuat, membentuk fondasi kokoh untuk perjalanan spiritual kita.
Pada bulan ketujuh tahun Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah puasa. Sunnah ini dipegang teguh oleh Nabi Muhammad saw, sebagaimana beliau sampaikan melalui hadits, bahwa puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan haram. Bulan Rajab, merupakan salah satu dari empat bulan haram bersama dengan Muharram, Zulqaidah, dan Zulhijjah.
Anjuran puasa di bulan haram
صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ
Artinya: “Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah!” (HR Abu Dawud dan yang lainnya).
Sehari setara dengan sebulan
مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا
Artinya: “Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.”
Hadits di atas dikutip oleh Imam Fakhruddin al-Razi dalam kitabnya yang berjudul Mafatih al-Ghaib (juz XVI, halaman 54)
Saat Bulan Rajab membentangkan sayapnya, mari sambut dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Jadikan setiap detiknya sebagai perjalanan spiritual yang membimbing kita menuju keberkahan dan kehidupan yang lebih bermakna.
Selamat menelusuri keutamaan Bulan Rajab 2024, di mana pintu-pintu rahmat-Nya terbuka lebar untuk kita semua!
Halaman : 1 2






