Kisah Misteri di Kampung Senja: Pengalaman Mencekam di Pedalaman Sumatera Utara

Minggu, 14 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belum selesai makhluk itu bicara, tiba-tiba Mami terdengar seperti membaca sesuatu. Tak berselang lama, Nanda pun tersadar.

“Mi pulang yuk, Nanda kotor gini,” kata Nanda yang terlihat linglung.

“Oh ya udah, semua siap-siap pulang. Makhluk yang pertama masuk ke Nanda sudah membuka jalan. Biar Mami sama ayah di depan,” ucap Mami

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu mereka hidupkan lagi motornya dan berjalan beriringan dengan lampu motor menerobos gelapnya hutan sawit. Setelah berjalan cukup jauh, mereka pun akhirnya menemukan jalan utama.

Namun mereka heran, sebab saat sampai di jalan utama jam masih menunjukkan pukul sembilan malam. Padahal jelas-jelas tadi Mami bilang suruh cepat karena udah hampir jam satu malam.

“Sudah-sudah jangan dipertanyakan lagi, kita tadi berada di Dimensi Lain. jadi sudah menjadi hal yang lumrah jika perselisihan waktu terjadi,” ucap Mami

Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga sampai ke rumah dengan selamat.

Tepat tanggal 23 okt 2020, semuanya berkumpul di rumah untuk menceritakan hal yang dirasakan masing-masing kemarin.

Menurut Mami, sebenarnya ia sudah tahu kalau kami didatangi sama pak Hardi. Cuman karena ngantuk, jadi dibiarkan.

Saat pulang, Mami sudah tebak kalau mereka bakalan disesatkan. kalau Uncu, Karim, Amat dan Ayah gimana?, apa yang terjadi malam itu.

Uncu bilang biar ayahnya yang menceritakan karena mereka trauma.

“Iya kami, nggak akan mau kesana lagi,” timpal Amat
“Oke jadi gini sewaktu kita ganti jaga, kami melihat ada kepala luwak yang sudah dimakan sebagian dan hanya tersisa bagian kepala samping,” ucap Amat.

Mendengar itu, sontak saja ia, Nanda dan Andi muntah sejadi-jadinya, karena ternyata kue yang Pak Hardi kasih ke mereka saat itu sebenarnya adalah kepala luwak.

BACA JUGA  Mengurai Kisah Seram Serial Killer: Jejak Masa Kecil Ryan Jombang yang Berubah karena Boneka

“Sudah Anggep aja vitamin,” kata ayah memecah ketegangan.

“Lalu kepala luwak itu, kami buang dan setelah kami cek paginya kepala itu sudah nggak ada. Itu yang buat kami heran pagi itu,” timpal Ayah

“Kalau Nanda gimana,” tanya Ayah

Nanda menceritakan, saat acara makan bersama ia sempat kembali ke tenda. Saat itu,ia merasa ganjil dan seperti merasa ada di alam lain.

Berita Terkait

Mengurai Kisah Seram Serial Killer: Jejak Masa Kecil Ryan Jombang yang Berubah karena Boneka
Kisah Nyata Pengakuan Sipir Nusa Kambangan: Kisah Kesedihan di Balik Dinding Penjara Jelang Eksekusi Mati

Berita Terkait

Kamis, 25 April 2024 - 02:58 WIB

Mengurai Kisah Seram Serial Killer: Jejak Masa Kecil Ryan Jombang yang Berubah karena Boneka

Minggu, 14 April 2024 - 00:21 WIB

Kisah Misteri di Kampung Senja: Pengalaman Mencekam di Pedalaman Sumatera Utara

Sabtu, 13 April 2024 - 04:07 WIB

Kisah Nyata Pengakuan Sipir Nusa Kambangan: Kisah Kesedihan di Balik Dinding Penjara Jelang Eksekusi Mati

Berita Terbaru

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Utara dan XLSMART menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Dusun Anggrek, Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang Sabtu (13/12/2025). (Foto: Diva Suwanda)

Nasional

FJPI Sumut dan XLSMART Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang

Minggu, 14 Des 2025 - 21:03 WIB