Medengar itu, mereka semua sontak terkejut.
“Oh berarti Buk Atik,” Ayah pun menyahut.
“Lalu Kenapa, saat kami buat konten semua warga terlihat ramah,” tanya Ayah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalian sebenarnya hanya tertipu diwaktu senja, selebihnya kalian berada di kampung yang nyata,” sahut Nanda
“Setan laki-laki dan perempuan buruk rupa itu datang disaat senja dan malam hari bukan?,” tanya Nanda
Semua saling tatap, semua yang dibilang oleh makhluk yang merasuki Nanda benar adanya.
“anak ini, kamu dan kamu,” ucap Nanda sambil menunjuknya.
“Kalian pikir yang ngasih kue itu manusia?,” ucap Nanda
Tiba-tiba Ayah, Karim dan Uncu terdengar ribut sendiri.
“Oh ya Allah, Apakah kue yang dimaksud adalah kepala luwak yang kita temukan di tenda tadi?,” sambung Uncu
“iya itu maksud ku, hahaha,” teriak Nanda
Ternyata, Ayah, Karim dan Uncu mengalami hal aneh juga ketika tadi malam berjaga.
Tiba-tiba Nanda tersadar.
“Eh kalian Kok merumunin aku,” tanya Nanda Keheranan.
Baru-baru juga Nanda tersadar sebentar, eh dia kerasukan lagi.
“hahaha, Siapa kalian?. Kalian buat kekacauan disini, pulanglah. Apakah kalian tidak sadar, bahwa semalam tenda yang kalian tempati hanya halusinasi kalian saja,” ucap Nanda






