Setelah selesai makan, buk Atik mengeluarkan makanan aneh yang enggak pernah mereka lihat sebelumnya.
“Udah dimakan aja, jangan dilihatin. Halal kok,” sodor Buk Atik
Tanpa pikir panjang mereka memakan makanan itu. Setelah makan dan ngobrol panjang, mereka lalu pamit untuk pulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terima kasih Bu atas suguhannya. Kami sangat tersanjung.” kata ayah Kepada Buk Atik
“Ah biasa aja Pak, ini belum seberapa Pak Bapak. Mau pulang malam ini juga,” tanya Buk Atik.
“Iya bu, saya harus pulang malam ini soalnya besok harus kerja Bu,” jawab Ayah
“Oh ya udah Pak, hati-hati di jalan ya jangan lihat kiri-kanan dan jangan mikir aneh-aneh,” pinta Buk Atik
“Oh iya Buk, makasih wejangan nya,” jawab Ayah.
Mereka pun menghidupkan mesin motor dan bersiap untuk pulang. Tapi anehnya, motor Nanda mendadak gak bisa hidup, padahal sudah diengkol beberapa kali.
Secara nggak sengaja ia melihat kearah Buk Atik.
Saat itu, dia melihay Bu Atik sedang tersenyum sambil melihat motor Nanda yang tidak bisa hidup. Yang membuta dirinya semakin ngeri, tatapan mata buk Atik yang kosong tapi seperti penuh arti.
Setelah Nanda membaca Bismillah, akhirnya motornya hidup juga. Mereka pun bergegas meninggalkan tempat itu.
Setelah melewati Tugu Desa, benar saja di tengah malam mereka harus melewati hutan sawit yang sangat amat gelap dan mereka hanya mengandalkan cahaya motor. Setelah berjalan agak jauh dan sampai di pertengahan kebun sawit, mereka melihat kunang-kunang di sebuah pohon dan itu sedikit membuat hati mereka tenang.
Posisi sewaktu pulang Nanda dan ia paling depan memimpin jalan. Setelah berjalan cukup jauh Nanda tiba-tiba teriak.
“Astagfirullah,” teriak Nanda
“Eh kenapa nan,” ucapnya kepada Nanda.
“enggak papa vin, gapapa,” jawab Nanda.
Walau sedikit heran, tapi ia pun coba enggak terlalu memikirkan itu. Setelah berjalan agak jauh, mereka lupa jalan dan betul sekali mereka pun tersesat di dalam hutan sawit.
Karena mereka berdua yang memimpin jalan pulang, mereka pun kebingungan. Mereka belok sana-sini tak menentu, sedangkan yang lain hanya mengikuti dibelakang.
Sampai akhirnya mereka yakin, Kalau aku dan Nanda telah tersesat.
Nanda gimana nih selanjutnya, jalan mana ?,” teriak ayah kepada Nanda.






