Saat itu, ia melihat Nanda diam terpaku tanpa bicara dan tidak biasanya. Karena setahunya, ia orangnya penakut.
“Nada, woi nanda,” saya dan Andi memanggil Nanda yang seperti jiwanya dibawa ke alam lain.
Disamping itu, suara langkah kaki mulai semakin dekat dan semakin dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Assalamualaikum,” terdengar suara dari luar
“Waalaikumsalam,” siapa diluar saya.
“Tolong dibuka,” jawab suara dari luar
“Vin cepat buka, kata Andi sambil gemetaran
“Cepat vin,” ucap Andi sambil memegang panci kecil di tangan kirinya.
“Astagfirullah, Iya, iya aku buka ya,” ucapnya
Dan tiba-tiba orang dari luar tersebut menyapa ia dan andi.
“ini saya membawakan kue dari rumah, takut kalian gak bawa bekal,” ternyata itu adalah pak Hardi sang pengurus kampung.
“Oh ya Allah Pak, saya pikir setan Pak.” kata Andi lega bercampur marah.
“Hahaha Hai tenang aja Dek, paling besok pas pulang,” kata pak Hardi penuh teka-teki, diiringi senyum yang penuh arti.
“Maksudnya pak ?,” jawab Andi
Pak Hardi langsung pamit tanpa menggubris perkataan Andi.
“Oh ya sudah, kuenya dimakan ya Jangan lupa entar basi kalau nggak dimakan,” Kata Pak Hardi
“Oh makasih ya Pak,” jawabnya dan Andi kompak menjawab.
Pak Hardi hanya tersenyum tanpa sepatah katapun, lalu langsung pergi dan menghilang dikegelapan malam.
Tiba-tiba malam itu Nanda berteriak kepada ia dan Andi.
“Woi, aku masuk duluan ya,” ucap Nanda






