Terapi Penyakit Epilepsi
Selain pengobatan obat, terdapat berbagai terapi lain yang dapat membantu mengelola epilepsi. Beberapa di antaranya meliputi:
1. Diet Ketogenik:
Diet khusus yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat dapat membantu mengendalikan kejang pada beberapa orang dengan epilepsi, terutama pada anak-anak.
2. Stimulasi Saraf Vagus (VNS):
Terapi ini melibatkan pemasangan alat kecil di bawah kulit yang memberikan rangsangan listrik ke saraf vagus, membantu mengurangi frekuensi kejang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
3. Bedah Epilepsi:
Pada beberapa kasus, pembedahan otak mungkin menjadi pilihan terakhir jika obat dan terapi lain tidak efektif. Namun, ini adalah pilihan yang kompleks dan harus dipertimbangkan secara matang bersama tim medis.
4. Terapi Psikologis:
Penderita epilepsi sering mengalami stres dan depresi. Terapi psikologis dapat membantu mereka mengelola stres dan memahami perasaan mereka terkait kondisi ini.
Pencegahan dan Tindakan Darurat
Penting untuk mengetahui cara bertindak saat seseorang mengalami kejang. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
1. Jaga Keamanan:
Pastikan tidak ada objek berbahaya di sekitar penderita yang dapat menyebabkan cedera selama kejang.
2. Letakkan Penderita di Sisi:
Jika mungkin, letakkan penderita dalam posisi miring untuk mencegah terjadinya aspirasi atau tertelan lidah.
3. Catat Durasi Kejang:
Waktu durasi kejang, karena kejang yang berlangsung lebih dari lima menit atau kejang berurutan perlu penanganan medis segera.
4. Panggil Bantuan Medis:
Jika ini pertama kali penderita mengalami kejang atau jika kejang berlangsung lama, segera panggil bantuan medis.
Pengertian epilepsi dan cara menangani kondisi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita. Dengan pengobatan yang tepat dan dukungan yang memadai, banyak orang dengan epilepsi dapat menjalani hidup yang normal.
Konsultasikan selalu dengan dokter untuk penanganan yang terpersonal dan sesuai dengan kondisi masing-masing.
Halaman : 1 2







