“Dulu dia di Limau Sundai Binjai Barat, tetanggaku. Enggak enak aku sebut namanya, lagi pula anakku juga di Kamboja namun masih aman. Tapi aku pun was-was sejak ada pemberitaan ini,” ujar sumber yang layak dipercaya.
Lebih lanjut, satu lagi sumber kami terang-terangan menyebut nama seorang wanita, Silvi, warga Medan yang sering mengirim orang ke Kamboja.
“Suaminya itu punya banyak nama di Kamboja, kadang Acai, Rafael, Arif, dan Jen,” ungkap sumber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Silvi itu sudah pisah dengan suaminya keturunan Tionghoa yang punya banyak panggilan di Kamboja. Suami Silvi itu orang Kampung Tanjung Binjai,” beber sumber.
“Itu yang kerja judi bagian scammer, yang bahaya satu minggu pekerja harus mampu hasilkan 250 juta,” tambah sumber.
Di sisi lain, media kami juga telah berhasil membebaskan sebanyak 18 orang warga Indonesia yang lari ke kantor polisi di Bavet, Kamboja.
Setelah kami koordinasi dengan sejumlah orang yang bisa komunikasi ke kantor polisi Bavet, akhirnya 18 orang yang lari dari kerja judi itu dipindahkan ke imigrasi Phon Penh, Kamboja.
Selama lebih dari seminggu mereka ditahan dengan makan dua kali sehari, akhirnya pihak KBRI Kamboja membebaskan mereka pulang dengan biaya sendiri.
Kami berharap tidak ada lagi yang menjadi korban iming-iming gaji besar untuk bekerja di Kamboja karena sudah banyak korban dan cerita pilu dari sana. (OZ)
Halaman : 1 2






