Misalnya, akun Twitter @ClarissaIcha menegaskan bahwa langkah Sumarsih adalah tindakan pengungkapan kebenaran yang patut dihargai.
“Bu Sumarsih bergereja di paroki yang sama dengan keluarga gue. Sering ketemu beliau dengan pakaian serba hitamnya. Tiap hari dia berkabung itu aksi. Tiap minggu, dia Kamisan itu aksi. Kalau ada orang asbun (asal bunyi) bilang ini isu 5 tahunan, wawasannya cuman selebar layar HP,” tulisnya.
Lu kasih video ini nder. Ini keluarga korban pelanggaran HAM berat yang dilakukan prabowo sendiri. Namanya Bu Sumarsih pic.twitter.com/PMyToTU5JL
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
— Anak Abah🦉🤍 (@creemy_latte) February 16, 2024
Konsistensi dan Keteguhan Sumarsih
Sumarsih telah menunjukkan konsistensi dan keteguhan dalam perjuangannya untuk keadilan.
Meskipun telah berpuluh-puluh tahun berdiri di depan Istana Kepresidenan, ia tidak pernah kehilangan semangatnya.
Hal ini tercermin dari pernyataan Theodora Hapsaro melalui akun Twitter @hepiyopiyo, yang menegaskan bahwa Sumarsih tidak pernah takut menjadi bahan tertawaan dan cercaan, karena ia hanya meminta keadilan kepada pemerintah terhadap putranya.
“She chose to be what she is now kendati sadar Wawan ndak akan kembali. Biar apa? Ya biar ndak ada kekejian yang sama. Aksi Kamisan is not for her. It is for us,” ucapnya
Harapan dan Tuntutan Sumarsih
Dalam setiap aksi Kamisan, Sumarsih dan keluarga korban lainnya menyampaikan harapan mereka agar pemerintah dapat segera membongkar kebenaran tentang pelanggaran HAM berat di masa lalu.
Mereka berharap agar keadilan dapat terwujud dan para pelaku pelanggaran HAM bisa diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.
maaf pak, dapat salam dari bu sumarsih dan rekan-rekan.pic.twitter.com/cpWEJLRL6U https://t.co/e0lIl8pkOn
— gi🥢 (@minsgstdkive7) February 15, 2024
Menurut Sumarsih, aksi Kamisan telah memberikan dampak positif dalam upaya penegakan hukum. Beberapa kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah, terutama pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai respons atas tekanan dan perjuangan yang dilakukan oleh para aktivis HAM, termasuk keluarga korban.
Maria Catarina Sumarsih adalah salah satu simbol perjuangan bagi keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia. Melalui aksi Kamisan yang dilakukannya setiap Kamis, ia tidak hanya mempertanyakan keberadaan putranya yang hilang, tetapi juga menuntut keadilan bagi semua korban.
Tuduhan yang tidak berdasar terhadapnya hanya menguatkan solidaritas warganet yang membela perjuangannya.
Sumber: Twitter (X)
Halaman : 1 2






