“Saya punya beberapa outlet, tetapi pegawai saya sangat banyak. Jika saya harus menyelesaikan semuanya karena pajak terlalu tinggi, saya tidak akan mampu membayar gaji pegawai. Semua karyawan saya akan kehilangan pekerjaan,” ucapnya.
Terakhir, Inul meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Sandiaga Uno untuk mempertimbangkan kembali rencana kenaikan pajak karaoke tersebut.
“Pajak sebesar 25 persen saja sudah membuat banyak keluhan. Hari ini, Sabtu, sepi. Berbeda dengan diskotek kelas atas, mereka memiliki pendapatan besar. Tetapi ini adalah karaoke keluarga, bersih,” klaim Inul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak lama setelah serangkaian posting Inul, Menparekraf Sandiaga Uno memberikan respons terhadap kritik pedangdut tersebut.
Sandi menyatakan bahwa pemerintah siap mendengar masukan dari pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk soal pajak hiburan.
Ia memberikan jaminan bahwa pemerintah tidak akan mematikan industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang baru pulih dari dampak pandemi Covid-19.
“Kami siap mendengar semua masukan dari pelaku pariwisata & ekonomi kreatif. Kami akan terus berjuang untuk kesejahteraan pelaku parekraf, untuk terciptanya lapangan pekerjaan, dan kami pastikan tidak akan mematikan industri parekraf yang sudah bangkit ini,” ungkap Sandiaga Uno melalui akun Instagram-nya.
Dalam keterangan tertulis yang disertakan dalam unggahannya, Sandi mengklaim bahwa pemerintah tidak akan mematikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama karena sektor ini membuka lebih dari 40 juta lapangan kerja.
Ia menegaskan bahwa semua kebijakan, termasuk pajak, akan disesuaikan agar sektor ini tetap kuat dan mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha serta lapangan kerja.
Kenaikan tarif pajak hiburan sebesar 40-75 persen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengusaha dan pelaku usaha UMKM di Indonesia.
Sumber: Cnn Indonesia
Halaman : 1 2






