“Pertama, bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai, saat curah hujan tinggi, dianjurkan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan bersiap melakukan evakuasi diri serta keluarga ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Kemudian, yang kedua, ia menyarankan agar masyarakat yang tinggal di area cekungan dan sistem drainase yang tidak memadai untuk membuat penghalang aliran air secara mandiri menuju rumah mereka.
Ketiga, bagi instansi, organisasi, atau kelompok masyarakat yang memiliki pintu air pengendali banjir, diharapkan untuk selalu siaga dan mengaktifkan alat tersebut sesuai kebutuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keempat, masyarakat yang terkena dampak banjir diminta memperhatikan sistem kelistrikan agar tidak menimbulkan korsleting listrik dan risiko kebakaran,” jelasnya.
Himbauan kelima adalah menghindari kegiatan wisata air saat curah hujan tinggi. Selanjutnya, keenam, setiap individu bertanggung jawab untuk memantau situasi lingkungan sekitar dan melaporkan potensi bencana hidrometeorologi kepada pihak berwenang.
“Ketujuh, bagi instansi, organisasi, atau kelompok masyarakat yang memiliki sistem peringatan dini banjir atau tanah longsor, diharapkan untuk selalu mengaktifkannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan,” tambahnya.
Terakhir, ia menegaskan pentingnya agar lahan pertanian atau perkebunan yang berada di lereng curam saat curah hujan tinggi dan mengakibatkan kejenuhan air, sebaiknya dihindari aktivitasnya untuk mencegah potensi longsor.
Sumber: Antara






