Toni mengaku tak tahu berapa bayaran dari mempromosikan judi slot.
Tapi, dia punya pengalaman didonasi oleh agen judi online ketika siaran langsung. Nilainya jutaan.
“Penonton saya waktu itu 2.000-3.000-an, tiba-tiba didonasi. Kalau ada donasi jutaan (rupiah) pasti ramai karena biasanya cuma ratusan ribu,” kisahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ketika jutaan luar biasa dong, tapi saat itu saya langsung berikan edukasi ke penonton bahwa kalian enggak akan kaya dari judi…”
Toni tahu donatur itu dari agen judi slot karena nama yang dipakai identik dengan judi online, pesannya: “jangan lupa daftar, gacor!”
Kejadian seperti itu berlangsung tiga kali, seingatnya.
BACA JUGA : Waduh Situs Judi Online Ini Jadikan Ajang Pilpres Jadi Taruhan
Sebagai streamer, dia pernah mencari tahu bagaimana mengembalikan uang donasi. Tetapi pencariannya mentok bahwa hal itu tak bisa.
Proses pemberian donasi terlalu rumit dan melibatkan pihak ketiga. Identitas donatur pun bisa asal-asalan alias palsu.
“Jadi kalau saya sih pakai logika politik, terima duitnya tapi saya bacotin mereka,” ucap Toni.
Nilai transaksi judi online Rp200 triliun
Hasil identifikasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat ada 2,7 juta masyarakat yang terlibat judi online dan 2,1 juta di antaranya adalah warga berpenghasilan di bawah Rp100.000.
BACA JUGA: Kominfo Takedown Situs Judi Online yang Buka Taruhan Pilpres
“Masyarakat berpenghasilan rendah ini ada pelajar, mahasiswa, guru, petani, ibu rumah tangga, pegawai swasta, PNS, dan aparat,” kata Juru bicara PPATK, Natsir Kongah.
Pelajar yang disebut Natsir adalah anak-anak dengan jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan mahasiswa.
Pasalnya saat ini untuk pasang taruhan atau deposit uangnya tak perlu besar. Cukup dengan Rp10.000 sudah bisa berjudi. Cara deposit pun makin gampang, bisa dengan kirim pulsa, dompet elektronik, uang elektronik, bahkan QRIS.
Adapun, transaksi judi online sejak 2017 sampai 2023 mencapai lebih dari Rp200 triliun, menurut data PPATK.
Juru bicara PPATK, Natsir Kongah, mengatakan angka itu berdasarkan penelusuran terhadap 887 pihak yang merupakan jaringan bandar judi online.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






