“Kami akan hidup bersama mereka atau mati bersama mereka. Kami akan melakukan hal yang mustahil untuk dapat bertahan, tetapi persediaan untuk bertahan sangat kurang, terutama air,”
Seorang saksi mata di Rumah Sakit Al-Shifa seperti yang dilansir dari BBC mengatakan pasukan Israel bergerak semalaman dan menginterogasi orang-orang di dalam rumah sakit.
Israel telah lama menuduh Hamas memiliki pusat komando di bawah bangunan RS Al-Shifa dan AS mengeklaim punya data intelijen yang mendukung tuduhan Israel, namun Hamas membantahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini tentara Israel “menguasai penuh” RS Al-Shifa. Sekitar 100 tentara komando telah memasuki bangunan utama rumah sakit pada malam hari, dan enam tank juga berada di area rumah sakit
“Mereka memasuki unit gawat darurat utama, beberapa tentara mengenakan masker dan berteriak dalam bahasa Arab ‘jangan bergerak, jangan bergerak’.”
BACA JUGA : AH yang Terjaring OTT Polda Sumut Baru Dua Bulan dilantik Sebagai Komisioner Bawaslu
Pasukan Israel kemudian menggeledah kamar demi kamar dan lantai demi lantai. Mereka menginterogasi semua staf rumah sakit dan para pasien sembari didampingi tenaga medis dan penerjemah bahasa Arab.
Melalui pengeras suara, militer Israel meminta semua pria berusia antara 16 dan 40 tahun meninggalkan gedung rumah sakit, kecuali bagian bedah dan gawat darurat, dan pergi ke halaman rumah sakit.
Tentara Israel melepaskan tembakan ke udara untuk memaksa mereka yang masih berada di dalam untuk keluar.
Dia juga mengatakan mereka telah memasang alat pemindai dan meminta semua orang untuk melewatinya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






