Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan setidaknya ada 2.300 orang yang masih berada di dalam rumah sakit – sekitar 650 pasien, 200-500 staf dan sekitar 1.500 orang yang berlindung.
Jumlah ini mencakup bayi baru lahir yang disimpan di ruang bedah rumah sakit.
Staf mengatakan bahwa tiga dari 39 bayi yang mereka rawat telah meninggal selama akhir pekan karena kurangnya inkubator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bayi yang selamat menghadapi risiko kematian yang serius, kata dokter.
Staf rumah sakit mengatakan untuk memindahkan bayi dengan aman akan membutuhkan peralatan canggih, dan bahwa tidak ada “rumah sakit yang lebih aman” di dalam Gaza.
Marwan Abu Saada, seorang ahli bedah di Al-Shifa, mengatakan bahwa ada pengeboman di sekitar rumah sakit dan ambulans tidak bisa masuk.
Abu Saada mengatakan pada hari yang sama bahwa 300 liter hanya akan “bertahan 30 menit”, dan bahwa rumah sakit saat ini membutuhkan 10.000 liter sehari untuk beroperasi secara normal.
Ditambah lagi, meningkatnya risiko penyakit dari kebersihan yang buruk dan pembusukan mayat yang tidak dapat didinginkan.
Dr Mohamed Abu Selmia, manajer Al-Shifa, mengatakan ada sekitar 150 jenazah yang membusuk dan “mengeluarkan bau tidak sedap”.
Dia mengatakan bahwa pihak berwenang Israel masih belum memberikan izin bagi jenazah tersebut untuk dibawa dan dikuburkan.
Menurutnya, anjing kini telah memasuki halaman rumah sakit dan mulai memakan jenazah tersebut.
Dr. Marwan Al-Barsh yang merupakan direktur jenderal Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan situasi ini diperburuk oleh kurangnya bahan bakar untuk listrik di kamar mayat.
“Listrik diputus oleh pasukan Israel yang menargetkan generator, yang menyebabkan pembusukan mayat-mayat karena kita melihat cacing keluar dari mereka,” kata Al-Barsh seperti yang dilansir BBC.
Al-Bursh mengatakan pihaknya kesulitan untuk menguburkan jenazah karena ancaman militer Israel.
“Kami mencoba berkoordinasi dengan pasukan Israel agar kami diizinkan menguburkan jenazah di dalam rumah sakit, namun siapa pun yang mencoba keluar dari rumah sakit akan langsung ditembak,” ujarnya.
Israel mengatakan “dengan keyakinan” bahwa ada pusat komando Hamas di bawah rumah sakit Al-Shifa.
Mereka membagikan gambar tiga dimensi dari apa yang mereka sebut sebagai jaringan terowongan di bawah rumah sakit, dan rekaman yang kata mereka menunjukan pejuang Hamas yang membahas terowongan itu.
Hamas membantah menggunakan rumah sakit atau memiliki pusat operasi di bawahnya. Dokter di dalam juga bersikeras bahwa tidak ada kehadiran Hamas di sana.






