Darurat Judi Online: Dengan Gampangnya Situs Pemerintah dan Kampus Jadi Target Peretasan

Senin, 17 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa situs pemerintahan dan pendidikan yang di hack situs judi online

Beberapa situs pemerintahan dan pendidikan yang di hack situs judi online

Potretsumut.com – Indonesia saat ini berada dalam keadaan darurat judi online. Tindakan tegas pemerintah dalam memerangi judi online tampaknya belum cukup untuk membuat para pemilik situs judi takut.

Bahkan, pemilik situs judi online semakin berani menghack situs pemerintahan dan kampus sebagai ajang promosi mereka.

Menurut penelusuran di Google dengan mengetik keyword “slot gacor,” langsung muncul beberapa situs pemerintah, kampus, dan situs radio yang menyajikan konten judi online yang di-hack oleh pemilik situs judi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Contohnya adalah situs https://pmb.umsi.ac.id/ milik Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSI), situs https://mbc.rri.co.id/ milik radio RRI, dan beberapa situs kampus serta pemerintahan lainnya.

Banyak yang bertanya-tanya, mengapa situs-situs penting ini menjadi target para peretas? Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa situs kampus dan pemerintahan dihack oleh situs judi online:

1. Tingkat Keamanan yang Lemah

Banyak situs pemerintahan dan kampus memiliki sistem keamanan yang tidak cukup kuat. Peretas mencari celah keamanan seperti kata sandi yang mudah ditebak atau perangkat lunak yang tidak diperbarui secara rutin. Situs yang memiliki celah keamanan ini menjadi target empuk bagi para peretas.

BACA JUGA  Waspada Agen Kerja Judi Online Kamboja Berkeliaran di Kota Binjai, Sudah Banyak Korban

2. Lalu Lintas Tinggi dan Reputasi

Situs pemerintahan dan kampus biasanya memiliki lalu lintas pengunjung yang tinggi. Dengan meretas situs-situs ini, peretas dapat memanfaatkan jumlah pengunjung yang besar untuk mempromosikan situs judi mereka, meningkatkan visibilitas dan potensi keuntungan.

Situs pemerintahan dan kampus biasanya memiliki reputasi yang baik dan dipercaya oleh masyarakat.

Dengan menempelkan konten judi online pada situs-situs ini, peretas berusaha memanfaatkan kepercayaan tersebut untuk menarik lebih banyak pengguna ke situs judi mereka.

BACA JUGA  Tren Perceraian karena Judi Online Meningkat, OJK Tutup 5.000 Rekening Terkait Situs Judi Online

3. Kurangnya Kesadaran Siber

Banyak institusi pemerintahan dan pendidikan yang belum memiliki kesadaran penuh tentang pentingnya keamanan siber. Kurangnya edukasi tentang ancaman siber dan cara mengatasinya membuat situs-situs ini menjadi lebih rentan terhadap serangan.

4. Motivasi Ekonomi

Judi online merupakan industri yang sangat menguntungkan. Dengan menghack situs pemerintahan dan kampus, peretas dapat mempromosikan layanan judi mereka kepada audiens yang lebih luas, sehingga meningkatkan potensi keuntungan mereka secara signifikan.

5. Demonstrasi Kekuatan dan Keahlian

Para peretas seringkali ingin menunjukkan kemampuan dan keahlian mereka dalam meretas sistem yang seharusnya aman. Meretas situs pemerintahan dan kampus yang dianggap memiliki tingkat keamanan yang tinggi dapat menjadi ajang pembuktian kemampuan mereka.

6. Penggunaan sebagai Infrastruktur

Situs pemerintahan dan kampus sering memiliki infrastruktur server dan bandwidth yang besar. Peretas dapat memanfaatkan sumber daya ini untuk menjalankan operasi mereka, termasuk menghost situs judi online atau melakukan serangan siber lainnya.

Berita Terkait

Gerak Cepat Pemerintah Atasi Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera
Aceh Sepakat Sumut Salurkan Donasi Rp500 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh
Kemendukbangga/BKKBN Tekankan Pentingnya PJPK, Bonivasius: Program Ini Selaras dengan Visi dan Misi Presiden
BKKBN Sumut Dorong Integrasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan ke RPJMD dan Renstrada
Unimed Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Media Gathering dan Outbound 
Sinergi TNI–Polri, Pemerintah Bantu Korban Banjir di Bedagai
Lima Anggota DPRD Sergai Tinjau Kantor TNI AL Bedagai, Serap Aspirasi Warga Pesisir
Sinergi TNI-Polri dan Socfindo Bantu Warga Stroke di Sergai dengan Kursi Roda

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 18:45 WIB

Gerak Cepat Pemerintah Atasi Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:13 WIB

Aceh Sepakat Sumut Salurkan Donasi Rp500 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Selasa, 28 Oktober 2025 - 21:28 WIB

Kemendukbangga/BKKBN Tekankan Pentingnya PJPK, Bonivasius: Program Ini Selaras dengan Visi dan Misi Presiden

Kamis, 23 Oktober 2025 - 21:11 WIB

BKKBN Sumut Dorong Integrasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan ke RPJMD dan Renstrada

Rabu, 22 Oktober 2025 - 22:09 WIB

Unimed Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Media Gathering dan Outbound 

Berita Terbaru

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Utara dan XLSMART menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Dusun Anggrek, Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang Sabtu (13/12/2025). (Foto: Diva Suwanda)

Nasional

FJPI Sumut dan XLSMART Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang

Minggu, 14 Des 2025 - 21:03 WIB