Viral Rekaman, Detik-Detik Jembatan Gantung Putus di Banten 15 Orang Jatuh ke Sungai

Jumat, 12 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jembatan di Desa Leuwi Ipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten setelah peristiwa putus yang membuat 15 warga jatuh pada Rabu 10 April 2024.(Dok. Warga)

Kondisi jembatan di Desa Leuwi Ipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten setelah peristiwa putus yang membuat 15 warga jatuh pada Rabu 10 April 2024.(Dok. Warga)

Potretsumut.comJembatan Gantung di Banten putus dan mengakibatkan 15 orang jatuh ke sungai. Peristiwa tragis terjadi di Desa Leuwi Ipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten.

Belasan orang tiba-tiba jatuh ke sungai setelah jembatan gantung yang mereka lewati putus.

Insiden mengerikan tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian menjadi viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rekaman yang diunggah di akun Instagram @inforangkasbitung, dapat dilihat sejumlah orang sedang menyeberangi jembatan gantung di atas sungai.

Namun, dalam sekejap, jembatan itu putus, dan mereka semua terjatuh ke dalam sungai. Momen ini terekam karena salah satu korban merekam dengan kamera depan ponsel saat melintasi jembatan.

Salah satu korban yang jatuh adalah Sinta, yang juga merekam video saat kejadian terjadi.

Kesaksian Warga Jembatan Gantung Putus di Banten

Menurut Sinta, insiden terjadi pada Rabu (10/4/2024) saat dia dan rombongan warga lain pulang dari aktivitas ziarah kubur.

Mereka tengah menyeberangi jembatan seperti biasa ketika tiba-tiba jembatan itu putus.

“Kami sedang menyeberangi jembatan seperti biasa, ketawa-ketawa, tiba-tiba jatuh, kejadiannya sangat cepat, sempat tidak sadar kalau jatuh, tiba-tiba sudah di dalam air,” kata Sinta ditemui di kediamannya di Kampung Cigedang, Banjarsari, dilansir dari Kompas.com, Kamis (11/4/2024).

Total 15 orang jatuh ke sungai, termasuk tiga anak-anak dan satu balita.

Mayoritas korban mengalami luka ringan, seperti lecet dan memar.

Sinta sendiri mengalami luka pada kaki dan tangan karena terkena benturan batu di dalam sungai.

Namun, ada juga korban yang mengalami luka lebih serius, seperti Hasan yang pingsan setelah jatuh ke sungai.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Info Rangkasbitung – LEBAK! (@inforangkasbitung)

Febby Rizki Pratama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, mengonfirmasi bahwa ada total 15 orang yang menjadi korban jembatan putus.

BACA JUGA  Ini Tampang Pemuda yang Tega Bunuh dan Gorok Leher Ibu Kandungnya

Menurut Febby, penyebab jembatan putus adalah karena seling jembatan yang tidak kuat menahan beban.

“Dugaan sementara karena jembatan tidak kuat menahan beban,” kata Febby.

Setelah kejadian tragis ini, para korban segera mendapatkan penanganan medis dari pihak puskesmas.

Saat ini, jembatan telah ditutup dan dilarang digunakan hingga mendapatkan perbaikan dari PUPR Lebak.

Sementara itu, akses warga dialihkan ke jalan utama karena jembatan tersebut merupakan rute alternatif. (ris)

Berita Terkait

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam
Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut
Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot
Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia
Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas
Mahasiswa Unimed Lakukan Pendampingan Psikososial untuk Pulihkan Mental Remaja Korban Banjir di Langkat
Saifullah Fakhreza Shah Resmi Diambil Sumpah sebagai Advokat di Pengadilan Tinggi Medan

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:21 WIB

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam

Rabu, 22 April 2026 - 13:24 WIB

Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut

Senin, 13 April 2026 - 23:44 WIB

Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia

Selasa, 7 April 2026 - 13:04 WIB

Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Senin, 16 Maret 2026 - 15:59 WIB

Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas

Berita Terbaru

Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, ST, M.Pd., saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama, menyampaikan bahwa ujian berlangsung selama 10 hari, mulai 21 April hingga 30 April 2026. (Foto: Diva Suwanda)

Pendidikan

17.627 Peserta UTBK-SNBT di Unimed Bersaing Rebut 6.264 Kursi

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:20 WIB