Awalnya dikenal sebagai Patisah, kawasan ini kemudian berganti nama menjadi Kampung Madras untuk mencerminkan asal tanah warga keturunan India yang menetap di Medan.
Perubahan nama ini dilakukan untuk menghindari konotasi negatif dari nama “Kampung Keling”.
Kampung Keling memiliki beragam peninggalan budaya India yang masih dilestarikan hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gapura Little India di Kampung Madras, misalnya, menjadi salah satu lambang keberagaman budaya di Medan.
Tempat Ibadah dan Festival Agama Hindu
Di Kampung Keling, terdapat beberapa tempat ibadah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan, seperti Kuil Shri Mariamman, Kuil Thandayuthapani, Kuil Sri Kaliamman, Kuil Maha Muniswarar, Masjid Ghaudiyah, dan Masjid Jami.
Setiap tahun, kampung ini menjadi titik pertemuan untuk perayaan festival agama Hindu dan Tamil seperti Thaipusam, Thai Pongal, dan Deepavali.
Meskipun seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk keturunan India di Kampung Keling mungkin telah berkurang, namun jejak sejarah dan warisan budayanya tetap terjaga dan dijunjung tinggi.
Dengan demikian, Kampung Keling tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan keberagaman budaya di Kota Medan, yang patut dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.
Festival Diwali di Kampung Keling Medan
Festival Diwali, juga dikenal sebagai Deepavali, menjadi perayaan yang meriah di Kampung Keling, Medan. Diwali, yang berlangsung selama 5 hari berturut-turut, menghadirkan makna kemenangan kebaikan atas keburukan. Di tengah perayaan ini,
jalanan di sekitar kampung dipenuhi dengan hiasan lampu dan lilin, mewakili simbol kehidupan yang disinari oleh cahaya.
Semaraknya perayaan Diwali menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Kampung Keling, memperkuat ikatan budaya dan spiritual mereka.
(***)
Sumber: kba.one
Halaman : 1 2







