7. Jenderal Besar TNI A. H. Nasution:Ahli Perang Gerilya dan Korban G30S
Ahli perang gerilya yang menjadi korban G30S, kehilangan putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya Lettu Pierre Tendean. Terkenal lewat karya “Fundamentals of Guerrilla Warfare.”
ia merupakan Jenderal Besar TNI, Ahli Perang Gerrilya, Panglima Angkatan Perang. Ketua MPRS, Menteri Pertahanan dan KSAD sebanyak 2 kali menjabat.
Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan S.K.Presiden No. 073/TK/2002, bertanggal 6-11-2002.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
8. Kiras Bangun (Garamata):Pemimpin Karo yang Diabadikan sebagai Pahlawan
Pahlawan Nasional Indonesia asal Karo, berhasil mengumpulkan pasukan dan melawan penjajahan Belanda. Ayah dari Payung Bangun, pemimpin Barisan Harimau Liar.
Kiras Bangun juga pernah diangkat sebagai Ketua Adat Karo Lima Senina hingga kemudian menjadi Penghulu Lima Senina di Batu Karang.
Penetapannya sebagai pahlawan nasional berdasarkan S.K. Presiden No. 082/TK/2005, bertanggal 7-11-2005.
9. Tahi Bonar Simatupang (TB Simatupang): Pejuang dan Pemikir Militer
Jenderal TNI, pejuang kemerdekaan, dan pemikir militer. Pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Perang. Mengundurkan diri karena perbedaan prinsip dengan Presiden Soekarno.
TB Simatupang dilahirkan dalam sebuah keluarga sederhana. Ayahnya Simon Mangaraja Soaduan Simatupang, terakhir bekerja sebagai pegawai kantor pos.
Penetapannya sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden No. 068/TK/2013, bertanggal 6-11-2013.
10. Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting: Pejuang Kemerdekaan dari Karo
Salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia asal Karo, diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Joko Widodo pada tahun 2014. Menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kanada.
Jamin Ginting dilahirkan di Desa Suka, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, pada tanggal 12 Januari 1921. Setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah, ia bergabung dengan satuan militer yang diorganisir oleh opsir-opsir Jepang.
Di penghujung masa baktinya, Jamin Ginting diutus sebagai seorang Duta Besar Indonesia untuk Kanada. Di Kanada pulalah, Jamin Ginting menghembuskan nafas terakhirnya, yakni di Ottawa pada tanggal 23 Oktober 1974.
Jenazahnya dibawa pulang ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
11. Lafran Pane: Pelopor Himpunan Mahasiswa Islam dan Pejuang Pemuda
Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), lahir pada 5 Februari 1922. Bergelar pahlawan nasional atas peranannya dalam pergerakan pemuda dan mendirikan HMI.
Lafran Pane lahir pada 5 Februari 1922 di Kampung Pangurabaan, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Lafran lahir dari keluarga penulis dan aktivis.
Gelar kepahlawanan Lafran Pane diberikan pada tahun 2017 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
Pemberian gelar tersebut merupakan hal yang pantas mengingat kiprah dan perjuangan Lafran mulai dari pergerakan pemuda pada zaman kemerdekaan hingga mendirikan organisasi HMI.
Lafran saat masih pemuda ikut terlibat dalam penculikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok bersama pemuda lainnya untuk mempersiapkan proklamasi.
12. Mr. Sutan M. Amin Nasution: Gubernur Muda Sumatera Utara
Pengacara dan politikus keturunan Batak Mandailing, terlibat dalam gerakan kemerdekaan dan menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Diberikan gelar pahlawan nasional pada tahun 2020.
Lahir di Aceh dari orangtua yang beretnis Batak Mandailing, Nasution menjadi pengacara setelah menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Hukum di Batavia. Setelah kemerdekaan Indonesia, ia terlibat dalam gerakan kemerdekaan, terutama menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara
Penetapannya sebagai pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 117/TK/Tahun 2020, tanggal 6 Nopember 2020 (*)
Sumber: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2






