Jejak Pembunuhan Serial Killer yang Menyisakan Duka
Jejak kekejaman Serial Killer Ryan Jombang tidak hanya terbatas pada kota Depok dan Jakarta, tetapi juga mencakup kampung halamannya di Jombang.
Sepuluh korban lainnya ditemukan terkubur di halaman belakang rumah orang tua Ryan di Tembelang, Jombang.
Mereka adalah Vincentius Yudi Priyono, Ariel Somba Sitanggang, Gradien Adam Tumbuhan, Guru Setyo Pramono, Agustinus Fitri Setiawan, Hidayati, serta putrinya, Silvia Ramadhani Putri. Juga terdapat Muhammad Aqsani Zainal Abidin dan Muhammad Asrori.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberadaan para korban ini telah mengoyak hati banyak orang. Keluarga mereka ditinggalkan dalam duka yang mendalam, dan masyarakat di sekitarnya juga terguncang oleh tragedi yang tak terbayangkan ini.
Jejak pembunuhan Ryan Jombang akan selalu menjadi bagian dari sejarah kelam Indonesia, menyisakan duka yang sulit terhapus.
Motif Pembunuhan yang Beragam
Meskipun motif pembunuhan dalam kasus Ryan Jombang bervariasi, namun motif utama yang mendasarinya adalah ekonomi. Ryan mengajak para korban bertemu di rumah orang tuanya, lalu melakukan pembunuhan dan merampas barang-barang berharga milik korban.
Ini menunjukkan bahwa motif ekonomi menjadi pendorong utama di balik aksi kejamnya.
Namun, tidak semua korban menjadi sasaran pembunuhan karena motif ekonomi. Kasus Harry Santoso, misalnya, didasari oleh motif cemburu karena Ryan merasa tersaingi dengan kehadiran Harry dalam kehidupan Novel Andreas, kekasihnya.
Rasa cemburu yang membara membuatnya membunuh Harry dengan cara yang mengerikan.
Kisah tragis ini menunjukkan betapa beragamnya motif di balik aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Ryan Jombang.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






