Di dalam Rutan Tofa, masih selalu dihantui perasaan bersalahnya. Ia seringkali bermimpi didatangi oleh almarhum keluarga sang majikan yang meminta Tofa ikut mati bersamanya.
Tofa pun mengaku, ia sering didatangi penampakan menyeramkan yang mengaku arwah penasaran dari korban pembunuhan.
Tofa berkata saat ini, ia amat bahagia karena sudah dipindah ke Rutan Nusakambangan. Hal itu artinya, sebentar lagi ia akan dihukum mati sesuai dengan keinginan lamanya yang bertahun-tahun ia nantikan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebenarnya ada perasaan kasihan dan tidak tega dari pengakuan Tofa tersebut, tapi apalah daya itu semua sudah terjadi. Jika saja sewaktu itu Tofa tidak gelap mata untuk mengikuti hasutan iblis, mungkin kini nasibnya tidak akan berakhir di Pulau Nusakambangan menjadi pesakitan.
Tofa mengaku, selama ini dirinya hidup seperti tanpa memiliki jiwa dan hidup di dunia tapi bagai di Neraka.
“Pak saya selalu dihantui rasa penyesalan rasa bersalah dan ketakutan. Saya sudah bersimpuh berdoa shalat mengaji bertobat dan hal baik di dalam Rutan sudah saya lakukan, tapi entah mengapa perasaan hati saya tidak pernah tenang bahkan untuk tidur pulas pun rasanya sulit,” ucap Tofa kepada Pak Santoso.
Pak Santoso mendapat info dari atasannya, jika dalam beberapa Minggu kedepan akan ada beberapa napi yang siap dieksekusi. Dari banyak nama yang ada terdapat pula nama Mustofa.
Para napi tersebut artinya akan dibimbing oleh pemuka agama masing-masing. Contohnya muslim, akan dibimbing oleh pak ustad, Kristen oleh Pendeta Katolik oleh Pastor dan sebagainya.
Singkat cerita setelah Tofa, dipimpin oleh Pak Ustad ia bertutur hatinya sedikit lebih tenang dan benar-benar sangat siap menjelang eksekusi mati.
Kini tiba waktunya, menjelang hari h para narapidana vonis hukuman mati akan ditawari makanan kesukaan yang mungkin belum pernah mereka makan. Selain itu, para narapidana hukuman mati tersebut, akan mendapat waktu kunjungan keluarga yang bisa dibilang waktunya agak lama untuk saat-saat terakhir.
“Saya mau makan sayur asem saja Pak, sayur asem mengingatkan saya dulu kesukaan istri saya.” pinta Tofa.
Tofa menceritakan, jika setelah ditangkap sang istri tidak pernah lagi menemuinya. Sambil menangis Tofa mengingat kebersamaan bersama dengan istrinya.
Namun, Tofa tidak memakan sayur asem yang dihidangkan terakhir kali untuknya. Ia hanya melihat sayur asem itu sambil mengenang masa-masa bersama keluarga kecilnya dulu.
“saya nekat merampok demi istri dan anak saya Pak, tapi nyatanya saya malah ditinggalkan begitu saja. Saya tidak pernah bertemu dengan anak laki-laki saya, terakhir kali saya melihatnya saat masih berada dalam inkubator,” ucapnya
Pak Santoso mencoba menenangkan Tofa, ia mengatakan semua sudah berlalu dan Tofa sudah menebus semua kesalahan itu. Saat ini yang terpenting, sammbung pak Santoso kamu bisa ikhlas menjalani sisa-sisa hidupmu disini.






