Kisah Nyata Pengakuan Sipir Nusa Kambangan: Kisah Kesedihan di Balik Dinding Penjara Jelang Eksekusi Mati

Sabtu, 13 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tofa pun semakin panik manakala ia melihat sang majikan dan istrinya berada didepan matanya. Ia pun langsung menebaskan Parang berkali-kali ke tubuh majikan perempuannya sampai tergeletak tidak bernyawa.

Selanjutnya, sang dokter pun ia habisi, meski sempat memohon-mohon kepada Tofa. Tapi karena matanya sudah diputarkan oleh amarah dan dendam, Ia pun langsung menghabisi nyawa dokter tersebut.

Tak sampai disitu saja, Tofa mendatangi kamar Artsy majikan di lantai satu. Begitu pintu kamar dibuka, tanpa basa-basi Tofa kembali melayangkan parangnya, sampai majikkanya tersebut tidak bernyawa lagi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesudah ia melancarkan aksi kejinya, Tofa pun menjalankan kehidupan seperti biasa. Ia mendatangi rumah korban di pagi hari, untuk bekerja.

Tapi saat ia baru datang rumah majikannya telah dikelilingi oleh warga dan juga sudah diberi pembatas kuning oleh pihak Kepolisian.

Amar si sopir dokter yang pertama menjadi saksi penemuan korban berkata, jika pagi itu ia yang memang biasanya sudah datang terlebih dahulu daripada Tofa langsung mengambil kunci mobil. Ia pun memanasi mesin mobil, sebelum ia mengantar ke sekolah anak majikan.

Tapi saat Amar mengetuk-ngetuk pintu rumah, tidak ada satupun yang membukakan pintu kamar. Ia pun mencoba menelpon ke HP majikan, tapi semuanya tidak aktif.

Karena lama Amar menunggu sambil mengetuk-ngetuk tapi tidak ada jawaban, ia pun langsung berusaha naik tembok belakang rumah. Betapa terkejutnya, didalam rumah itu sudah tercium anyir darah dan bau menyengat serta banyak sekali ceceran darah di lantai.

Setelah Amar selidiki, ternyata satu keluarga majikan beserta adiknya sudah tewas dengan mengenaskan. Mendengar pengakuan Amar, Tofa sama sekali tidak bergeming dan malah menunjukkan ekspresi wajah yang ikut terguncang-guncang.

BACA JUGA  Mengurai Kisah Seram Serial Killer: Jejak Masa Kecil Ryan Jombang yang Berubah karena Boneka

Ia bahkan Tofa sempat menangis seakan-akan tidak percaya majikannya itu telah tewas mengenaskan. Polisi pun segera melakukan penyelidikan terhadap Amar dan juga Tofa terlebih dahulu.

Tapi saat itu mereka berdua sama-sama mempunyai alibi kuat yang mana sempat membuat bingung pihak kepolisian. Setelah memakan waktu tidak sampai satu minggu, barulah pihak kepolisian menemukan titik terang dari kasus mengenaskan tersebut.

Tofa sudah tidak bisa berkelit lagi, manakala polisi menunjukkan banyak bukti dugaan yang menyeretnya menjadi tersangka. Proses persidangan pun berlalu begitu cepat.

Tofa hanya bisa pasrah, saat Hakim mengetuk palu vonis hukuman mati. Tak sampai disitu, di dalam penjara Tofa bertubi-tubi dihajar habis-habisan oleh napi lainnya, bahkan mohon maaf hampir setiap malam kemaluan Tofa sengaja diolesi balsem oleh para napi yang ikut kesal dengan kasus Tofa.

Selama berbulan-bulan Tofa, menjadi rundungan dalam sel yang menjadikan dia menjadi agak sedikit sakit. Ia pun meminta, agar hukuman matinya dipercepat saja, tapi kemauannya itu tidak juga dilaksanakan.

Eksekusi biasanya bisa dilakukan setelah nunggu bertahun-tahun atau sampai 15 tahun baru dieksekusi.

Berita Terkait

Mengurai Kisah Seram Serial Killer: Jejak Masa Kecil Ryan Jombang yang Berubah karena Boneka
Kisah Misteri di Kampung Senja: Pengalaman Mencekam di Pedalaman Sumatera Utara

Berita Terkait

Kamis, 25 April 2024 - 02:58 WIB

Mengurai Kisah Seram Serial Killer: Jejak Masa Kecil Ryan Jombang yang Berubah karena Boneka

Minggu, 14 April 2024 - 00:21 WIB

Kisah Misteri di Kampung Senja: Pengalaman Mencekam di Pedalaman Sumatera Utara

Sabtu, 13 April 2024 - 04:07 WIB

Kisah Nyata Pengakuan Sipir Nusa Kambangan: Kisah Kesedihan di Balik Dinding Penjara Jelang Eksekusi Mati

Berita Terbaru

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Utara dan XLSMART menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Dusun Anggrek, Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang Sabtu (13/12/2025). (Foto: Diva Suwanda)

Nasional

FJPI Sumut dan XLSMART Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang

Minggu, 14 Des 2025 - 21:03 WIB