Namun, ia dengan keji membantai seluruh penghuni rumah tersebut. Motif pembunuhannya, saat itu karena Tofa bingung biaya untuk lahiran istrinya.
Tofa tiba-tiba meneteskan airmata, mengingat segala kebaikan majikannya itu.
Karena kejadian itu, sampai hari ini ia selalu saja diikuti rasa ketakutan dan bersalah yang tidak pernah hilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan berurai air mata, Tofa sambil menangis bercerita sebenarnya sang majikan sudah seringkali memberikan bantuan materiil kepada Tofa.
Mulai dari biaya pengobatan ibunya, biaya pendidikan adiknya dan yang terakhir adalah biaya pernikahan dengan istrinya.
Awalnya Tofa hanya meminta untuk kasbon, tapi lagi-lagi sang majikan malah memberikan uang itu kepada Tofa tanpa memotong gajinya.
Terakhir kali, ia meminta bantuan biaya untuk kelahiran sang istri karena harus melahirkan secara caesar.
Tapi entah karena saat itu, Tofa meminta tolong di saat yang kurang tepat, si majikan malah membentaknya.
“Hai kamu ini yang benar saja bahasa kamu, sama sekali nggak nyimpan uang buat biaya lahiran istrimu. Kamu kan disini saya kasih makan, semua saya kasih. Masa sih ini itu, kamu selalu Gak ada uang, Emang saya ini bapak moyangmu,” ucap Tofa menirukan ucapan majikannya tersebut.
Mendengar ucapan dari majikannya tersebut, sontak membuat Tofa menjadi sakit hati. Disatu sisi, Ia pun bingung bagaimana caranya mencari uang cepat untuk biaya rumah sakit istrinya.
Karena kebingungannya tersebut, iblis pun berbisik kepadanya untuk merampok rumah majikannya tersebut. Saat malam hari, ia tahu benar seluk-beluk di dalam rumah majikannya itu dan mulai mengatur siasat untuk melakukan perampokan.
Tiba di malam hari saat semua penghuni rumah majikannya itu tertidur, Tofa mengendap-ngendap kearah kamar utama untuk merampas perhiasan dan uang tunai yang disimpan didalam laci.
Begitu Tofa sudah berhasil menggasak semua perhiasan dan uang tunai di kamar utama, ia mendatangi kamar kedua sang anak majikan Naufal.
Lalu ia pun, kembali melancarkan aksinya dan saat Tofa melihat anak gadis majikannya sedang tertidur, seketika itu birahi Tofa memuncak dengan beringas Tofa menyetubuhi sang anak majikan itu.
Saat si anak terbangun, Tofa yang panik segera menebaskan parang tepat di leher anak majikan itu sampai hampir terputus. Adik perempuannya yang juga ikut terbangun tidak luput dari tebasan Parang Tofa.






