Kisah Nyata Pengakuan Sipir Nusa Kambangan: Kisah Kesedihan di Balik Dinding Penjara Jelang Eksekusi Mati

Sabtu, 13 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun, ia dengan keji membantai seluruh penghuni rumah tersebut. Motif pembunuhannya, saat itu karena Tofa bingung biaya untuk lahiran istrinya.

Tofa tiba-tiba meneteskan airmata, mengingat segala kebaikan majikannya itu.

Karena kejadian itu, sampai hari ini ia selalu saja diikuti rasa ketakutan dan bersalah yang tidak pernah hilang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan berurai air mata, Tofa sambil menangis bercerita sebenarnya sang majikan sudah seringkali memberikan bantuan materiil kepada Tofa.

Mulai dari biaya pengobatan ibunya, biaya pendidikan adiknya dan yang terakhir adalah biaya pernikahan dengan istrinya.

Awalnya Tofa hanya meminta untuk kasbon, tapi lagi-lagi sang majikan malah memberikan uang itu kepada Tofa tanpa memotong gajinya.

Terakhir kali, ia meminta bantuan biaya untuk kelahiran sang istri karena harus melahirkan secara caesar.

Tapi entah karena saat itu, Tofa meminta tolong di saat yang kurang tepat, si majikan malah membentaknya.

“Hai kamu ini yang benar saja bahasa kamu, sama sekali nggak nyimpan uang buat biaya lahiran istrimu. Kamu kan disini saya kasih makan, semua saya kasih. Masa sih ini itu, kamu selalu Gak ada uang, Emang saya ini bapak moyangmu,” ucap Tofa menirukan ucapan majikannya tersebut.

Mendengar ucapan dari majikannya tersebut, sontak membuat Tofa menjadi sakit hati. Disatu sisi, Ia pun bingung bagaimana caranya mencari uang cepat untuk biaya rumah sakit istrinya.

Karena kebingungannya tersebut, iblis pun berbisik kepadanya untuk merampok rumah majikannya tersebut. Saat malam hari, ia tahu benar seluk-beluk di dalam rumah majikannya itu dan mulai mengatur siasat untuk melakukan perampokan.

Tiba di malam hari saat semua penghuni rumah majikannya itu tertidur, Tofa mengendap-ngendap kearah kamar utama untuk merampas perhiasan dan uang tunai yang disimpan didalam laci.

BACA JUGA  Kisah Misteri di Kampung Senja: Pengalaman Mencekam di Pedalaman Sumatera Utara

Begitu Tofa sudah berhasil menggasak semua perhiasan dan uang tunai di kamar utama, ia mendatangi kamar kedua sang anak majikan Naufal.

Lalu ia pun, kembali melancarkan aksinya dan saat Tofa melihat anak gadis majikannya sedang tertidur, seketika itu birahi Tofa memuncak dengan beringas Tofa menyetubuhi sang anak majikan itu.

Saat si anak terbangun, Tofa yang panik segera menebaskan parang tepat di leher anak majikan itu sampai hampir terputus. Adik perempuannya yang juga ikut terbangun tidak luput dari tebasan Parang Tofa.

Berita Terkait

Mengurai Kisah Seram Serial Killer: Jejak Masa Kecil Ryan Jombang yang Berubah karena Boneka
Kisah Misteri di Kampung Senja: Pengalaman Mencekam di Pedalaman Sumatera Utara

Berita Terkait

Kamis, 25 April 2024 - 02:58 WIB

Mengurai Kisah Seram Serial Killer: Jejak Masa Kecil Ryan Jombang yang Berubah karena Boneka

Minggu, 14 April 2024 - 00:21 WIB

Kisah Misteri di Kampung Senja: Pengalaman Mencekam di Pedalaman Sumatera Utara

Sabtu, 13 April 2024 - 04:07 WIB

Kisah Nyata Pengakuan Sipir Nusa Kambangan: Kisah Kesedihan di Balik Dinding Penjara Jelang Eksekusi Mati

Berita Terbaru

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Utara dan XLSMART menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Dusun Anggrek, Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang Sabtu (13/12/2025). (Foto: Diva Suwanda)

Nasional

FJPI Sumut dan XLSMART Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang

Minggu, 14 Des 2025 - 21:03 WIB