1. Komunikasi yang Terbuka dan Jujur:
Bicarakan masalah dengan tenang dan jujur, tanpa melibatkan anak dalam konflik.
2. Mengelola Emosi dengan Baik:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Belajar mengelola emosi dengan cara yang sehat agar konflik tidak merembet ke lingkungan anak.
3. Bertanggung Jawab atas Konflik:
Jangan menyalahkan satu sama lain di depan anak. Bertanggung jawablah atas peran masing-masing dalam konflik.
4. Memberikan Keamanan dan Stabilitas:
Pastikan anak merasa aman dan memiliki rutinitas yang stabil meskipun ada konflik orang tua.
5. Mencari Bantuan Profesional:
Jika diperlukan, carilah bantuan dari konselor atau terapis untuk menyelesaikan konflik dalam rumah tangga.
6. Tetap Fokus pada Kesejahteraan Anak:
Jadikan kesejahteraan anak sebagai prioritas utama dalam menyelesaikan konflik.
7. Menjaga Anak dari Pertengkaran:
Hindari konfrontasi di depan anak dan lindungi mereka dari konflik orang tua.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






