Simak dampak letak astronomis di Indonesia berikut ini.
– Memiliki Iklim Tropis
Indonesia terletak di sepanjang garis khatulistiwa sehingga memiliki iklim tropis. Wilayah negara dengan iklim tropis akan memperoleh sinar matahari sepanjang waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wilayah tropis menyebabkan Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi di negara-negara wilayah subtropis. Negara beriklim subtropis memiliki 4 musim, yaitu musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur.
– Kelembaban Udara Tinggi
Pulau-pulau di Indonesia mudah dipengaruhi peredaran udara yang datang dari laut-laut yang mengelilinginya. Akibatnya, Indonesia banyak menerima hujan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kelembaban udara rata-rata yang tinggi pula.
– Kaya Flora dan Fauna
Akibat curah hujan yang tinggi dan dikelilingi arus laut, Indonesia kaya akan flora dan fauna. Pasokan makanan dan mineral yang dibutuhkan untuk flora tumbuh sangat kaya dan beragam. Fauna juga disajikan dengan berbagai flora sebagai sumber daya makan.
Kedua sumber daya alam ini merupakan kekayaan alam sekaligus kekuatan Indonesia.
– Memiliki 3 Zona Waktu
Letak astronomis mempengaruhi perbedaan waktu yang ditetapkan mulai pada titik lintang dan bujur 0 derajat di Kota Greenwich, Inggris. Sesuai Keputusan Presiden No. 41 Tahun 1987, Indonesia terbagi atas 3 zona waktu, yaitu Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Zona waktu Indonesia membuat waktu di pulau Jawa akan berbeda dengan waktu di Bali maupun di Papua.
1. Dampak letak astronomis yang dirasakan di Indonesia, kecuali …
A. Memiliki hanya dua musim di setiap tahunnya.
B. Memiliki perbedaan waktu di bagian barat dan timur Indonesia.
C. Kekayaan flora yang berlimpah.
D. Curah hujan yang sedang sehingga menjaga wilayah Indonesia tetap panas.
E. Membuat Indonesia beriklim tropis.
Jawaban: D







