6. Ketidaknetralan Presiden Joko Widodo:
Pertemuan Presiden dengan pemimpin partai dan capres tertentu dalam kondisi tidak sedang cuti.
7. Penyelewengan Dana Bansos:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penggunaan dana Bansos sebagai alat politik dan kampanye, bahkan dengan anggaran yang lebih besar dari masa pandemi Covid-19.
8. Manipulasi Data Partai:
Adanya partai kecil yang diloloskan untuk mengikuti Pemilu 2024 meskipun tidak memenuhi syarat, dengan indikasi manipulasi data.
9. Kronologi Mahkamah Konstitusi:
Kronologi lengkap tentang proses Mahkamah Konstitusi dalam meloloskan seorang cawapres di bawah 40 tahun.
Penutup yang Menggugah
Film Dirty Vote diakhiri dengan pernyataan menohok dari Bivitri Susanti yang telah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
“Untuk merancang dan menjalankan skenario kotor seperti ini, tidak diperlukan kecerdasan atau keahlian khusus. Yang diperlukan hanyalah keberanian tanpa batas dan ketidakpedulian akan malu,” ungkap Bivitri Susanti.
https://youtu.be/mJWJRDZ5bSk?si=-EUHkTS9xq5XJDhI
Kesimpulan
Dirty Vote bukan sekadar tontonan biasa. Film ini merupakan panggilan bagi masyarakat untuk lebih kritis dan waspada terhadap dinamika politik dan pemilu di tanah air.
Dengan paparan yang tajam dan analisis yang mendalam, Dirty Vote menjadi salah satu dokumen penting yang mengungkap dugaan kecurangan dalam sistem demokrasi. (*)
Halaman : 1 2







