Karo, PotretSumut – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr dr Antonius Ginting, SpOG, M hari ini dinarasikan ikut dalam pembagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karo.
Tudingan inipun dinilai tidak masuk akal oleh sejumlah kalangan, termasuk budayawan dan jurnalis senior Drs Jenda Bangun.
Menurut Jenda Bangun, selama perjalanan karier dan pengabdiannya, Antonius Ginting dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi keterbukaan, taat aturan, serta memiliki etos kerja yang tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, sulit membayangkan Ginting terlibat dalam praktik kolusi dan nepotisme.
“Sulit diterima akal kabar yang berkembang ini. Selama kariernya, azas keterbukaan, kepatuhan pada aturan, serta semangat kerja keras sudah menjadi bagian dari pola hidupnya,” ujar Jenda Bangun, Selasa (6/8/2025).
Meski begitu, Jenda tidak menutup kemungkinan adanya upaya tidak bertanggung jawab dari pihak-pihak tertentu yang mencoba memanfaatkan kebaikan sang bupati.
“Namanya juga masyarakat, bisa saja ada oknum yang mengaku-ngaku sebagai orang dalam atau keluarga bupati, padahal tidak ada hubungan sama sekali. Ini yang kadang membuat situasi menjadi bias,” jelasnya.
Jenda juga menambahkan bahwa selama ini, Bupati Antonius Ginting menjalankan pemerintahan dengan gaya kepemimpinan yang terbuka.
Ia kerap melibatkan pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kunjungan kerja ke daerah, guna memastikan informasi dan kebijakan yang diambil memiliki dasar yang jelas dan objektif.
“Dari pengamatan saya, bupati tidak menutup diri terhadap kritik dan kontrol sosial. Ia justru menganggap kontrol sosial sebagai vitamin yang membangun motivasi ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Jenda mengajak masyarakat Karo untuk memberi ruang dan kesempatan kepada Bupati Antonius Ginting bersama Wakil Bupati Komando Tarigan agar dapat menuntaskan visi dan misi yang telah diamanahkan rakyat.
“Mari kita dukung kerja-kerja pembangunan di Tanah Karo secara objektif, dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar,” pungkasnya. (*)
Penulis : Redaksi
Editor : Diva Suwanda







