Sergai, PotretSumut – Mentari pagi baru saja mengintip dari balik pepohonan Desa Sukajadi, Kecamatan Tanjung Beringin.
Suasana masih tenang, namun kehadiran sekelompok mahasiswa berbaju almamater biru muda mulai menghidupkan hari-hari warga.
Mereka adalah mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengabdi, belajar, dan hidup bersama masyarakat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang menarik, kehadiran para mahasiswa ini tak dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah Desa Sukajadi bersama aparat TNI dan Polri justru menyambut mereka dengan tangan terbuka. Memberikan dukungan penuh layaknya keluarga baru.
Kamis (10/7/2025), Kepala Desa Sukajadi, Sugianto, tampak berjalan bersisian bersama Wakapolsek Tanjung Beringin Ipda Brimen, dan Babinsa Koramil 11 Tanjung Beringin Hermanto.
Tiga sosok berbeda seragam itu meninjau langsung rumah tinggal mahasiswa KKN. S
enyum mereka tulus, sapaan mereka hangat bukan sekadar kunjungan formal, melainkan simbol kepercayaan dan pengayoman.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa ini membawa semangat baru untuk desa kami,” ujar Kepala Desa Sugianto.
Dalam kesempatan itu, aparat dari TNI dan Polri juga bergantian memberikan pesan.
Mereka menekankan pentingnya menjaga diri, bersikap ramah pada warga, serta tetap aktif dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Pesan-pesan itu bukan perintah, melainkan ajakan untuk membaur dan menyatu dengan denyut kehidupan desa.
Sinergi antara akademisi dan masyarakat, yang kerap hanya terdengar di ruang seminar, kini hadir nyata di Sukajadi.
Para mahasiswa KKN Unimed ikut serta dalam berbagai kegiatan desa: membantu perangkat desa, mengajar anak-anak, hingga membersihkan lingkungan bersama warga.
Peran mereka tak lagi sebatas ‘belajar di luar kampus’, melainkan turut menjadi bagian dari perubahan sosial di desa tempat mereka tinggal.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa keberhasilan program pengabdian masyarakat tak hanya bertumpu pada mahasiswa dan dosen pembimbing, tetapi juga pada dukungan dan keterlibatan para pemangku kepentingan lokal.
Di Desa Sukajadi, sinergi itu hidup. Ada kepedulian, ada semangat gotong royong, dan ada harapan.
Dalam senyum para mahasiswa Unimed yang menyingsingkan lengan baju untuk membantu warga, dalam langkah tenang para aparat yang datang tak bersenjata melainkan dengan kepedulian.
Sukajadi menjadi saksi bahwa pengabdian dan solidaritas bisa berjalan beriringan. (*)
Penulis : Redaksi
Editor : Diva Suwanda







