“Mereka ini diperlakukan sangat istimewa melebihi pelayayan negara pada warga Sidoarjo yang masih banyak hidup miskin. Selain rusun gratis, Rohingya menerima fasilitas listrik dan air bersih gratis dan menerima uang bulanan Rp1,2 juta per kepala dari UNHCR,” jelasnya.
Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jatim Herdaus mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan kasus perusakan ini. Dugaan sementara pelakunya adalah pengungsi.
“Kami sedang komunikasi dan berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk mendalami kasus pengerusakan sarana dan prasarana di tempat penampungan pengungsi Puspa Agro yang diduga dilakukan oleh pengungsi,” kata Herdaus, Sabtu (9/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, ia memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui siapa dan apa motif sesungguhnya dari tindakan perusakan di tempat penampungan pengungsi ini.
Herdaus menceritakan para pengungsi yang menempati penampungan di Rusun Puspa Agro sempat protes pemadaman listrik oleh PLN sejak Jumat (8/12) pukul 01.30 WIB.
Pemadaman listrik itu dikarenakan adanya kebakaran gudang perusahaan marketplace yang lokasinya juga berada di kawasan Puspa Agro, Sidoarjo.
Halaman : 1 2






