Dia juga meminta masyarakat Gaza untuk “silakan pergi ke selatan”.
“Kami tidak akan berhenti,” katanya.

Adapun Menteri Pertahanan Israel, Yoav Galant, menegaskan militer Israel telah “berada di jantung Kota Gaza“.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mereka [militer Israel] datang dari utara dan selatan. Mereka menyerbu dengan koordinasi penuh antara pasukan darat, udara, dan laut,” kata Gallant dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, menurut kantor berita Reuters.
“Mereka bermanuver dengan berjalan kaki, kendaraan lapis baja dan tank, bersama dengan insinyur militer dari segala arah dan mereka memiliki satu target – teroris Hamas di Gaza, infrastruktur mereka, komandan mereka, bunker, ruang komunikasi.”
Klaim tersebut tidak mudah untuk diverifikasi, namun pasukan Israel jelas sudah tersebar luas di beberapa wilayah padat bangunan di kota tersebut.
Militer Israel telah merilis video kendaraan lapis baja mereka yang beroperasi di sepanjang jalan pantai hingga ke selatan pusat kota, menggarisbawahi bahwa Israel kini telah mengepung seluruh wilayah tersebut.
Juru bicara utama militer Israel, Daniel Hagari, mengatakan 14.000 “target teror” dan 100 terowongan telah dihancurkan dalam sebulan terakhir.
Ribuan warga Palestina mengungsi ke Gaza selatan
Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengatakan sebanyak 50.000 warga Palestina meninggalkan wilayah Kota Gaza, pada Rabu (08/11), setelah pasukan Israel kembali membuka Jalan Salah el-Din, jalan utama menuju bagian selatan Jalur Gaza.
Militer Israel membiarkan jalan tetap terbuka selama lima jam pada Rabu (08/11), satu jam lebih lama dari waktu kemarin.
Daniel Hagari mengatakan tidak ada gencatan senjata, yang ada hanya “jeda kemanusiaan” untuk memungkinkan orang pindah ke selatan.
Tampaknya militer Israel kini menerapkan jeda terbatas yang telah dianjurkan oleh para pejabat Amerika Serikat selama berhari-hari, meskipun para pejabat AS mengatakan hal ini bertujuan untuk memfasilitasi penyediaan bantuan dan memberikan ruang bagi pembebasan sandera.
Tidak diketahui berapa banyak warga sipil yang masih berada di wilayah Kota Gaza (termasuk kamp pengungsi Shati dan Jabaliya dan sekitarnya), namun beberapa hari yang lalu, pejabat AS memperkirakan mungkin ada 300.000 orang hingga 400.000 orang yang tersisa.
Khalayak mengibarkan bendera putih
PBB memperkirakan ada 15.000 orang yang menempuh perjalanan ke Gaza selatan pada hari Selasa (07/11). Sehari sebelumnya, terdapat sekitar 5.000 orang.
Pada Rabu (08/11), militer Israel mengatakan akan membuka jalan satu jam tambahan hingga pukul 15.00 waktu setempat karena banyak orang yang menggunakannya.
Seorang juru bicara militer Israel kemudian mengklaim sebanyak 50.000 orang telah meninggalkan Gaza utara di sepanjang Jalan Salah al-Din pada Rabu (08/11).
Militer Israel telah menerbitkan rekaman video di X (sebelumnya Twitter) yang menunjukkan sekelompok orang melangkah di sepanjang Jalan Salah al-Din. Beberapa dari mereka mengibarkan bendera putih (untuk menunjukkan bahwa mereka adalah warga sipil). Tampak pula sebuah tank Israel di samping jalan raya menghadap mereka.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






