Kejam Tentara Israel Tembak Dua Orang Anak di Tepi Barat, salah satunya ditembak di kepala

Rabu, 29 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adam Al-Ghoul (8),tewas ditembak oleh tentara zionis saat mereka menyerbu kota Jenin (eye.on.palestine)

Adam Al-Ghoul (8),tewas ditembak oleh tentara zionis saat mereka menyerbu kota Jenin (eye.on.palestine)

Potretsumut.com – Tentara israel terus menunjukkan kekejamannya, kali ini dua orang anak tewas ditembak oleh sniper pasukkan pendudukan Israel saat tentara tersebut menyerbu Kota Jenin, wilayah Tepi Barat, Rabu (29/11/2023)

Kedua anak yang tewas tersebut bernama Adam Samer Al-Ghoul yang masih berusia 9 tahun dan Basil Suleiman 15 tahun

Adam Samer tewas karena tembakkan di kepalanya, sedangkan Basil Suleiman tewas karena tembakkan pada bagian dadanya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari rekaman CCTV (maaf CCTV tidak Bisa diupload) yang tersebar di Gaza Media, tampak Adam Samer sempat berlari menghindar dari serangan pasukkan pendudukan Israel di Jenin.

capture rekaman CCTV
capture rekaman CCTV saat Adam Al Ghoul (8) tewas ditembak sniper Israel saat menyerbu kota Jenin

Namun saat berlari, ia terjatuh dan peluru dari sniper pasukkan pendudukan Israel menembus kepalanya.

Tampak dalam video tersebut, salah seorang temanya mencoba mengevakuasinya, dan tampak darah segar mengalir dari kepalanya

Sementara itu selain membunuh kedua anak itu, tentara Israel juga memaksa penduduk di lingkungan ad-Damj meninggalkan rumah mereka di bawah todongan senjata.

pelepasan dua syuhada anak-anak yang ditembak mati oleh penembak jitu Israel

Selai itu, pasukan pendudukan Israel juga menghancurkan sejumlah rumah, saat melakukan serangan di kamp pengungsi.

Para saksi mata melaporkan baku tembak hebat dan pos pemeriksaan didirikan di sekitar kota.

Buldoser Israel menghancurkan infrastruktur, termasuk air, listrik dan jaringan pembuangan limbah, serta menyebabkan kerusakan pada beberapa kendaraan di kamp.

Pasukan Israel pun menculik salah satu orang yang terluka dari ambulans saat dia diangkut ke rumah sakit.

Hingga hari ini, penjajahan belum juga usai, sejak 7 Oktober lalu hingga 29 November, genosida masih terus berlangsung. Menurut kantor media Palestina telah tercatat sebanyak 15.000 warga Palestina meninggal, korban meninggal diantaranya 6.150 anak-anak dan 4.000 wanita dan sebanyak 7.000 warga Palestina hilang

BACA JUGA  Demokrat Binjai Belum Tentukan Calon Yang Diusung di Pilkada Binjai 2024

Berita Terkait

BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak
BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana
Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi
Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam
Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut
Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot
Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia
Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:35 WIB

BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati, Tinggalkan Capaian Gemilang Program Bangga Kencana

Senin, 18 Mei 2026 - 15:26 WIB

Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi

Rabu, 22 April 2026 - 13:24 WIB

Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut

Jumat, 17 April 2026 - 21:28 WIB

Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot

Berita Terbaru