Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sigit Pramono (kanan) saat berjabat tangan Pasi Intel Yon TP 907 Minggu (17/5/2026). Ia mengatakan bahwa berita yang beredar soal penculikan dirinya hanya kesalah pahaman. (Foto: Diva Suwanda)

Sigit Pramono (kanan) saat berjabat tangan Pasi Intel Yon TP 907 Minggu (17/5/2026). Ia mengatakan bahwa berita yang beredar soal penculikan dirinya hanya kesalah pahaman. (Foto: Diva Suwanda)

Medan, PotretSumut — Sigit Pramono, seorang wartawan media online di Kota Medan, Sumut angkat bicara terkait kabar yang sempat beredar luas mengenai dugaan penculikan dan intimidasi terhadap dirinya, Minggu (17/5/2026) sore.

Dalam pernyataannya, Sigit menegaskan bahwa terjadi kesalahpahaman dan telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saya, Sigit Pramono bersama rekan media lainnya ingin meluruskan sekaitan kabar berita yang menyebutkan saya diculik dan diintimidasi beberapa waktu ini. Hal itu tidak benar, ini hanya salahpaham dan miskomunikasi saja,” ujar Sigit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi sebenarnya tidak seperti berita-berita yang beredar saat ini. Saat itu, di sebuah kafe di Jalan Tempuling, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, ia benar didatangi oleh dua orang pria.

“Ternyata saat itu, mereka (pria yang terekam CCTV-red) ingin berbincang dengan saya, hanya saat itu terjadi miskomunikasi, hingga terkesan seperti penculikan. Sebenarnya tidak ada penculikan, ternyata mereka dari TNI dan mengajak pindah tempat duduk (ke cefe lain-red) untuk berdiskusi,” ujar Sigit.

Sigit juga menegaskan saat perjalan ke lokasi cafe lain di Jalan Tuamang, Kecamatan Medan Tembung dirinya merasa gugup hingga timbul rasa tertekan.

“Tidak ada intimidasi, saat itu saya gugup karena tidak mengetahui apa yang ingin dikomukasikan mereka dengan saya. Ternyata hanya perbincangan santai saja, selain itu terkait klarifikasi di dalam mobil itu tidak ada intimidasi dari pihak manapun, klarifikasi itu dibuat setelah kejadian pemberitaan minyak kondensat di Kecamatan Seilepan yang saya beritakan ternyata tidak benar,” ungkapnya.

“Tidak ada anggota Yonif 8 Marinir yang melaksanakan praktik ilegal minyak konden tersebut. Klarifikasi didalam mobil tersebut tidak ada unsur keterpaksaan, saya melakukan klarifikasi tersebut dengan kondisi sadar diri,” tambahnya.

BACA JUGA  Bane dan PDIP Maluku Bantu Pulangkan Jack Damanik yang Ditelantarkan di Pulau Kosong

Usai berbincang dan meluruskan kesalahpahaman, Sigit akhirnya bersedia membuat video klarifikasi terkait minyak kondensat di Kabupaten Langkat.

“Tidak ada ancaman dan intimidasi, saya juga sudah meinjau lokasi minyak kondensat itu dan tidak benar ada oknum Yonif 8 Mar yang terlibat didalamnya. Makanya saya mau buat video itu. Saya juga tidak tahu mengapa video itu beredar hingga disandingkan dengan rekaman CCTV sehingga terkesan saya diculik. Faktanya, saya tidak culik, ini yang menjadi kesalahpahaman hingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” tagas Sigit.

Untuk itu, Sigit secara pribadi meminta maaf atas kegaduhan yang menyangkut pautkan nama saya tersebut.

“Saya secara pribadi mohon maaf kepada masyarakat dan semua pihak terutama TNI dan mengucapkan terima kasih kepada semua rekan-rekan media yang peduli terhadap saya.

Di akhir kata, Sigit meminta kepada semua pihak agar tidak lagi menyebarluaskan video dirinya karena peristiwa yang terjadi hanya kesalahpamanan dan sudah diselesaikan secara baik-baik.

“Saya juga minta maaf kepada rekan-rekan wartawan, mungkin keterangan saya sebelumnya kekeliruan, saya hanya gugup saat itu hingga timbul rasa was-was saja dan tidak ada intimidasi atau kekarasan yang terjadi. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” pungkasnya. (*)

Penulis : Redaksi

Editor : Diva Suwanda

Berita Terkait

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam
Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut
Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot
Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia
Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas
Mahasiswa Unimed Lakukan Pendampingan Psikososial untuk Pulihkan Mental Remaja Korban Banjir di Langkat
Saifullah Fakhreza Shah Resmi Diambil Sumpah sebagai Advokat di Pengadilan Tinggi Medan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:26 WIB

Sigit Wartawan yang Kabarnya Diculik Membantah: Semua Cuma Salah Persepsi

Rabu, 29 April 2026 - 09:21 WIB

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam

Rabu, 22 April 2026 - 13:24 WIB

Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut

Jumat, 17 April 2026 - 21:28 WIB

Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot

Senin, 13 April 2026 - 23:44 WIB

Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia

Berita Terbaru

Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, ST, M.Pd., saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama, menyampaikan bahwa ujian berlangsung selama 10 hari, mulai 21 April hingga 30 April 2026. (Foto: Diva Suwanda)

Pendidikan

17.627 Peserta UTBK-SNBT di Unimed Bersaing Rebut 6.264 Kursi

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:20 WIB