Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumatera Utara, Adhe Novi Frandialdi. (Foto: dok)

Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumatera Utara, Adhe Novi Frandialdi. (Foto: dok)

Deliserdang, PotretSumut – Menanggapi pemberitaan yang beredar di media dan media sosial terkait adanya permintaan sekelompok warga Kecamatan Galang agar PT Timbang Deli Estate mengikuti langkah PT Lonsum untuk menyerahkan sebagian lahan untuk perluasan Kota Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumatera Utara, Adhe Novi Frandialdi, menyampaikan pandangan kritisnya.

Sebagai putra daerah Galang, Adhe mengajak seluruh pihak untuk lebih bijak dan objektif dalam melihat persoalan tersebut.

Ia meminta agar pengalaman sebelumnya dijadikan bahan evaluasi sebelum kembali mendorong pembebasan lahan dalam skala besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mari kita berkaca dari pengalaman sebelumnya, yakni pembebasan lahan yang dilakukan oleh PT Timbang Deli Estate untuk kawasan Galinda. Pada kenyataannya, peruntukan lahan tersebut tidak sepenuhnya tepat sasaran, bahkan terkesan dimanfaatkan sebagai ajang bisnis oleh segelintir pihak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti besarnya skala permintaan lahan yang disebut mencapai puluhan hektare.

Menurutnya, hal tersebut tidak dapat dipandang sederhana karena berpotensi menimbulkan dampak sosial, termasuk berkurangnya tenaga kerja di sektor perkebunan.

“Jangan sampai kita mengabaikan dampak jangka panjang. Jika lahan perkebunan berkurang, maka potensi pengangguran bisa meningkat. Kondisi ini berisiko memicu persoalan sosial lain, termasuk meningkatnya angka kriminalitas,” tegasnya.

Menurutnya, pihak PT Lonsum banyak membantu warga di sana. “PT Timbang Deli juga banyak membantu warga Galang, dimana putera dan puteri galang banyak bekerja di perkebunan,” ungkapnya

Adhe menjelaskan, Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumatera Utara selama ini aktif menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Sumut, termasuk memberikan pelatihan kemandirian bagi warga binaan.

Karena itu, pihaknya menilai stabilitas sosial masyarakat perlu menjadi pertimbangan utama dalam setiap rencana pembangunan.

BACA JUGA  Sinergitas dengan Jurnalis, BKKBN Perwakilan Sumut Tekankan Pentingnya Jurnalis Dalam Suksesnya Program

Ia menambahkan, pihaknya juga kerap berinteraksi langsung dengan warga binaan yang berasal dari Kecamatan Galang, sehingga memahami kondisi riil yang terjadi di tengah masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Adhe mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyikapi wacana pembebasan lahan tersebut.

“Untuk saudara-saudara kita yang mendorong pembebasan lahan demi perluasan Kota Galang, kami memohon agar kiranya dapat mengkaji ulang secara mendalam segala dampak yang akan ditimbulkan. Pembangunan harus membawa manfaat luas, bukan justru menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis : Redaksi

Editor : Diva Suwanda

Berita Terkait

Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut
Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot
Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia
Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas
Mahasiswa Unimed Lakukan Pendampingan Psikososial untuk Pulihkan Mental Remaja Korban Banjir di Langkat
Saifullah Fakhreza Shah Resmi Diambil Sumpah sebagai Advokat di Pengadilan Tinggi Medan
Langkah Nyata Reformasi Birokrasi, BKKBN Sumut Raih Predikat ZI WBK 2025

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:21 WIB

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam

Rabu, 22 April 2026 - 13:24 WIB

Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut

Senin, 13 April 2026 - 23:44 WIB

Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia

Selasa, 7 April 2026 - 13:04 WIB

Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Senin, 16 Maret 2026 - 15:59 WIB

Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas

Berita Terbaru

Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, ST, M.Pd., saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama, menyampaikan bahwa ujian berlangsung selama 10 hari, mulai 21 April hingga 30 April 2026. (Foto: Diva Suwanda)

Pendidikan

17.627 Peserta UTBK-SNBT di Unimed Bersaing Rebut 6.264 Kursi

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:20 WIB