Perpustakaan Unimed Luncurkan dan Bedah Buku Membangun Negeri dari Sekolah

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan mahasiswa, guru, dosen, hingga kepala sekolah memadati Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed) pada Kamis (18/9), dalam acara peluncuran sekaligus bedah buku Membangun Negeri dari Sekolah. Karya ini ditulis oleh tiga pakar pendidikan Sumut diantaranya Prof Dr Syawal Gultom M Pd (foto). (Foto: Diva Suwanda)

Ribuan mahasiswa, guru, dosen, hingga kepala sekolah memadati Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed) pada Kamis (18/9), dalam acara peluncuran sekaligus bedah buku Membangun Negeri dari Sekolah. Karya ini ditulis oleh tiga pakar pendidikan Sumut diantaranya Prof Dr Syawal Gultom M Pd (foto). (Foto: Diva Suwanda)

Medan, PotretSumut – Ribuan mahasiswa, guru, dosen, hingga kepala sekolah memadati Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed) pada Kamis (18/9), dalam acara peluncuran sekaligus bedah buku Membangun Negeri dari Sekolah.

Karya ini ditulis oleh tiga pakar pendidikan Sumatera Utara, yakni Prof Dr Syawal Gultom, M Pd, Dr Dionisius Sihombing, MSi, dan Dr Salman Munthe, SPd, MSi.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pembedah buku, di antaranya Prof Dr Erond Litno Damanik, M Si. (Guru Besar Unimed), Dr Sunarto, S Psi, MPsi (jurnalis senior TVRI sekaligus dosen Universitas Harapan), dengan moderator Dr Tappil Rambe, M Si.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir Rektor Unimed Prof Dr Ir Baharuddin, ST, M Pd, Ketua Senat, para wakil rektor, dekan, kepala biro, dosen, hingga Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, S STP, M Si, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumut Yafizham Parinduri, S Sos, M AP.

Dalam bukunya, ketiga penulis menegaskan bahwa sekolah adalah pilar utama pembangunan bangsa Prof Syawal menjelaskan bahwa pendidikan sejati bukan hanya transfer ilmu, tetapi proses pembentukan karakter dan akhlak mulia yang berlangsung seumur hidup.

“Buku ini menguraikan anatomi sistem pendidikan, mulai dari pentingnya guru profesional, sarana memadai, hingga alokasi anggaran yang transparan, termasuk 20 persen dari APBN. Tantangan seperti rendahnya mutu pendidikan, ketidakmerataan akses, serta kesejahteraan guru yang belum optimal juga kami bahas sebagai satu siklus masalah yang saling berkaitan,” jelas Prof Syawal.

Dr Dionisius menambahkan bahwa buku ini menawarkan solusi melalui pembelajaran berbasis proyek dan pemanfaatan teknologi interaktif.

Menurutnya, pendidikan Indonesia harus adaptif terhadap tantangan geografis dan keragaman masyarakat, sembari tetap menjaga nilai budaya dan Pancasila di tengah arus globalisasi.

BACA JUGA  Menuju Indonesia Emas 2045, Unimed Wisuda 1.046 Lulusan Siap Bersaing

Sekolah sebagai Agen Perubahan Sosial

Lebih jauh, pendidikan juga dipandang sebagai katalis bagi sektor lain, termasuk pertanian dan sosial. “Pendidikan bisa memperkuat SDM, mengurangi kemiskinan, dan membangun ketahanan keluarga melalui penanaman nilai moral dan agama,” ungkap Dr Dion.

Rektor Unimed, Prof Baharuddin, menyampaikan apresiasi atas lahirnya karya akademik ini. Menurutnya, buku bukan sekadar kumpulan kata, melainkan rekaman pemikiran yang mampu menjadi panduan gerakan perubahan.

“Masa depan bangsa dibangun dari sekolah. Dari sinilah lahir generasi penerus yang kelak akan mengisi peran penting di berbagai bidang,” ujarnya.

Prof Dr Erond Litno Damanik menilai buku ini wajib dibaca guru dan dosen karena menggeser paradigma pendidikan, dari fokus kognitif menuju pembangunan manusia seutuhnya.

Ia menekankan relevansi pendidikan yang harus diperkuat lewat pendidik berkualitas, kesejahteraan guru, sarana, dan pendanaan yang memadai.

Sementara itu, Dr Sunarto menilai buku ini sebagai peta jalan pendidikan yang komprehensif. Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dan guru dalam mendorong inovasi.

“Buku ini adalah panggilan bertindak, agar para pendidik tidak berhenti pada masalah, tapi berani melahirkan solusi,” tegasnya.

Secara keseluruhan, Membangun Negeri dari Sekolah dinilai sebagai karya penting yang menegaskan kembali posisi pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa. Buku ini tidak hanya memberikan analisis tajam terhadap persoalan pendidikan nasional, tetapi juga menawarkan gagasan praktis untuk mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. (*)

Penulis : Redaksi

Editor : Diva Suwanda

Berita Terkait

DWP Unimed Bagikan 256 Paket Sedekah Ramadan untuk Tenaga Kebersihan Kampus
Mahasiswa Unimed Ciptakan IQRO Elektronik, Bantu Tunanetra Belajar Al-Qur’an Braille
Menuju Indonesia Emas 2045, Unimed Wisuda 1.046 Lulusan Siap Bersaing
Pesan Rektor Unimed ke 2.225 Wisudawan: Ini Bukan Akhir, Tapi Titik Awal Perjuangan 
Unimed Gelar LPTK Cup XXII 2025: 14 PTN Bertarung, Sportivitas dan Kolaborasi Jadi Sorotan
Rektor Unimed Wisuda 2.199 Lulusan, Prof Baharuddin: Kehadiran Sarjana Ditunggu Masyarakat
Tim PKM Dosen dan Mahasiswa melakukan Pelatihan dan Pengembangan Modul Ajar Digital bagi Guru SMKS Surya Pematangsiantar
9.989 Mahasiswa Baru Unimed Ikuti PKKMB, Rektor Tekankan Pentingnya Karakter

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:04 WIB

DWP Unimed Bagikan 256 Paket Sedekah Ramadan untuk Tenaga Kebersihan Kampus

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:51 WIB

Mahasiswa Unimed Ciptakan IQRO Elektronik, Bantu Tunanetra Belajar Al-Qur’an Braille

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:59 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, Unimed Wisuda 1.046 Lulusan Siap Bersaing

Senin, 24 November 2025 - 16:26 WIB

Pesan Rektor Unimed ke 2.225 Wisudawan: Ini Bukan Akhir, Tapi Titik Awal Perjuangan 

Jumat, 14 November 2025 - 09:33 WIB

Unimed Gelar LPTK Cup XXII 2025: 14 PTN Bertarung, Sportivitas dan Kolaborasi Jadi Sorotan

Berita Terbaru