Jakarta, PotretSumut – Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Syawal 1446 H atau Hari Raya Idul Fitri 2025. Berikut adalah daftar titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia.
Seperti halnya penentuan awal Ramadhan, sidang isbat untuk menentukan awal Syawal juga melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli astronomi, ulama, dan perwakilan organisasi keagamaan. Sidang ini akan menggunakan dua metode utama:
Hisab dimana metode ini didasarkan pada perhitungan astronomi yang menghitung posisi hilal (bulan sabit pertama) secara matematis. Data ini menjadi acuan awal sebelum dilakukan pengamatan langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rukyat, metode ini dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap hilal di lokasi-lokasi tertentu. Jika hilal terlihat, maka awal bulan Syawal bisa ditetapkan; jika tidak, maka bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.
33 Titik Pemantauan Hilal di Indonesia
Terdapat 33 lokasi yang ditunjuk sebagai titik pemantauan hilal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Berikut adalah rinciannya:
Pulau Sumatera
– Aceh: Aceh memiliki beberapa titik pemantauan yang strategis, seperti Lhoknga, Sabang, Lhokseumawe, Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Simeulue. Wilayah ini sering menjadi lokasi utama pemantauan karena posisinya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia.
– Sumatera Utara: Observasi dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara Medan, Pantai Binasi Sorkam Barat Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
– Sumatera Barat: Wilayah ini memiliki beberapa lokasi strategis seperti Pantai Pasia Tiku, Wisko Kuaro Taeh Bukik, Jorong Sikaladi Nagari Pariangan, serta The Balcony Hotel & Resto Bukittinggi.
– Riau: Titik pemantauan utama berada di Pantai Selat Baru Kabupaten Bengkalis.
– Kepulauan Riau: Lokasi pemantauan tersebar di beberapa tempat, termasuk Pantai Tanjung Setumu, Masjid Sultan Mahmud Riayatshah Tanjung Uncang, Tugu Khatulistiwa Tanjung Teludas, dan Pantai Pelawan Pangke Meral Barat.
– Jambi: Pemantauan dilakukan di Rooftop Gedung Mahligai Lantai 12 Bank 9 Jambi.
– Sumatera Selatan: Observasi hilal dilakukan dari Helipad Hotel Aryaduta Palembang.
– Bangka Belitung: Pantai Tanjung Raya Penagan, Tanjung Kalian Muntok, dan Tanjung Pendam menjadi titik pengamatan utama.
– Bengkulu: Pemantauan dilakukan dari Kantor Bupati Bengkulu Selatan.
– Lampung: Titik utama pemantauan berada di Pantai Canti.
Pulau Jawa
– DKI Jakarta: Pengamatan dilakukan dari Gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
– Jawa Barat: Pusat Observasi Bulan Cibeas Pelabuhan Ratu menjadi lokasi utama pemantauan.
– Jawa Tengah: Menara Masjid Agung Jawa Tengah digunakan sebagai tempat observasi hilal.
– DI Yogyakarta: Observasi dilakukan dari Bukit Syekh Bela Belu di Desa Parangtritis, yang memiliki pemandangan langsung ke cakrawala barat.
– Jawa Timur: Pemantauan dilakukan di Teras Gedung Astronomi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Pulau Kalimantan
– Kalimantan Barat: Observasi dilakukan di Pantai Indah Kakap.
– Kalimantan Tengah: Titik pemantauan utama berada di Menara Masjid Raya Darussalam Palangka Raya.
– Kalimantan Selatan: Pemantauan dilakukan dari Rooftop Zuri Express Hotel Banjarmasin.
– Kalimantan Timur: Lokasi pemantauan utama berada di Hotel Five Premiere.
– Kalimantan Utara: Observasi dilakukan dari Satuan Radar AU 225 Tarakan.
Pulau Nusa Tenggara
– Nusa Tenggara Barat: Pemantauan dilakukan dari Pantai Loang Baloq Mataram.
– Nusa Tenggara Timur: Lokasi pemantauan berada di Rooftop Gedung Pelayanan BMKG Kota Kupang dan Pantai Teluk Gurita.
Pulau Sulawesi
– Sulawesi Utara: Observasi dilakukan di Area Parkir MTC Megamas Lantai R1 Kota Manado.
– Sulawesi Tengah: Gedung Hisab Rukyat Kemenag Desa Marana menjadi lokasi utama pemantauan.
– Sulawesi Selatan: Pemantauan dilakukan di GTC Kota Makassar dan Kepulauan Selayar.
– Sulawesi Tenggara: Observasi dilakukan di Pantai Bahari Kelurahan Anaiwoi.
– Sulawesi Barat: Pemantauan hilal dilakukan di Tanjung Mercusuar Sumare Mamuju, Pantai Majene, dan Tanjung Mercusuar Pasangkayu.
Wilayah Lainnya
– Gorontalo: Pemantauan dilakukan dari Pantai Desa Batubarani.
– Maluku: Observasi dilakukan di Jalan Amahusu Kantor Tirta.
– Maluku Utara: Pantai Ropu Tengah Balu dan Pantai Afe Taduma menjadi titik pemantauan.
– Papua: Observasi dilakukan dari Pantai Lampu Satu Merauke.
– Papua Barat: Pemantauan dilakukan di Manokwari, Kota Sorong, dan Fakfak.
Wilayah yang Tidak Melakukan Pemantauan
Pulau Bali tidak menyelenggarakan pemantauan hilal karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi 2025. Selain itu, beberapa wilayah dengan keterbatasan akses atau kondisi cuaca yang kurang mendukung juga absen dari pemantauan tahun ini.
Pemantauan hilal merupakan tahapan penting dalam penentuan awal Syawal. Dengan adanya 33 titik pemantauan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, hasil sidang isbat akan mempertimbangkan kombinasi metode hisab dan rukyat untuk menghasilkan keputusan yang akurat.
Dengan demikian, umat Islam di Indonesia dapat mengetahui kepastian Hari Raya Idul Fitri 2025 berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan secara nasional. (*)
Penulis : Redaksi
Editor : Ari
Sumber Berita : Bimas Islam Kemenag






