Pesawat Seulawah Cikal Bakal Penerbangan Perdana Garuda Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

PotretSumut – Pada tanggal 4 Juli 1949, langit Indonesia mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, sebuah pesawat terbang mengudara membawa nama bangsa: Garuda Indonesian Airways.

Inilah awal mula perjalanan panjang maskapai kebanggaan Indonesia, Garuda Indonesia.

Indonesia baru saja keluar dari masa perjuangan panjang. Proklamasi kemerdekaan telah dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, namun pengakuan kedaulatan oleh Belanda baru akan datang akhir tahun itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah ketegangan diplomasi dan militer, bangsa ini bersiap untuk menunjukkan jati dirinya kepada dunia, termasuk lewat angkasa

Pada hari itu, 4 Juli 1949  sebuah pesawat Douglas DC-3 Dakota dengan kode registrasi RI 001 terbang dari Bandung menuju Yogyakarta.

Pesawat ini dioperasikan oleh maskapai baru bernama Garuda Indonesian Airways, hasil kerja sama pemerintah Indonesia dengan KLM Interinsulair Bedrijf — sebuah langkah diplomatik dan teknis untuk menguasai langit sendiri.

Penerbangan perdana ini bukan sekadar transportasi. Ia adalah simbol kebangkitan dan kedaulatan: bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, bahkan di langitnya.

Pesawat DC-3 tersebut awalnya adalah bantuan dari rakyat Aceh. Masyarakat Aceh kala itu, di bawah kepemimpinan Teungku Daud Beureueh, mengumpulkan dana untuk membeli pesawat bagi Republik.

Inilah yang kemudian dikenal sebagai pesawat “Seulawah”, cikal bakal armada Garuda.

Pesawat ini pernah digunakan Presiden Soekarno dalam berbagai kunjungan diplomatik dan militer.

Kini, ia resmi digunakan untuk layanan penerbangan sipil nasional. Nama Garuda sendiri diberikan oleh Presiden Soekarno, terinspirasi dari puisi India kuno karya Noto Soeroto

“Ik ben Garuda, Vishnoe’s vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven Uw eilanden.”
(Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu, yang membentangkan sayapnya tinggi di atas kepulauanmu.)

BACA JUGA  Ladang Tebu dan 48 Makam Perempuan: Cerita Kelam Dukun AS sang Jagal dari Deliserdang

Sejak 4 Juli 1949, Garuda Indonesia menjelma menjadi simbol kemajuan bangsa. Ia tumbuh dari satu pesawat menjadi puluhan, ratusan armada. Ia terbang ke pelosok Nusantara dan dunia.

Namun lebih dari itu, penerbangan pertama ini adalah pernyataan: bahwa langit Indonesia adalah milik bangsa Indonesia l.

Penulis : Diva Suwanda

Editor : Diva Suwanda

Berita Terkait

Ladang Tebu dan 48 Makam Perempuan: Cerita Kelam Dukun AS sang Jagal dari Deliserdang

Berita Terkait

Selasa, 8 Juli 2025 - 12:03 WIB

Ladang Tebu dan 48 Makam Perempuan: Cerita Kelam Dukun AS sang Jagal dari Deliserdang

Jumat, 4 Juli 2025 - 11:10 WIB

Pesawat Seulawah Cikal Bakal Penerbangan Perdana Garuda Indonesia

Berita Terbaru

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Utara dan XLSMART menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Dusun Anggrek, Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang Sabtu (13/12/2025). (Foto: Diva Suwanda)

Nasional

FJPI Sumut dan XLSMART Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang

Minggu, 14 Des 2025 - 21:03 WIB