“Sampai hari ini jam 3 siang, lebih dari 3.000.000 orang turut berdoa untuk menuntaskan keadilan Vina,” tulis Anggy Umbara pada Rabu, 15 Mei 2024.
Angka ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat terhadap film ini, meskipun kontroversi terus menyelimuti perilisannya.
Film ini menuai kontroversi karena dianggap mengeksploitasi tragedi kekerasan yang menimpa korban untuk keuntungan komersial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun demikian, keluarga Vina telah memberikan izin untuk pembuatan film ini, berharap kisah tragis tersebut dapat membuka mata publik mengenai keadilan yang belum tercapai.
Pada hari pertama penayangannya, Vina: Sebelum 7 Hari sudah berhasil menggaet 335.812 penonton. Jumlah ini terus bertambah pesat, menunjukkan daya tarik cerita yang diangkat dari kasus nyata yang mengguncang masyarakat Indonesia.
Cerita Vina: Sebelum 7 Hari mengadaptasi kasus pembunuhan dan pemerkosaan tragis terhadap Vina di Cirebon oleh sebuah geng motor. Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Nayla Purnama, Lydia Kandou, Gisellma, Yusuf Mahardika, dan banyak lagi. Kisah ini berfokus pada perjalanan Vina sebelum kematiannya yang mengenaskan.
Vina adalah korban pembunuhan dan pemerkosaan yang terjadi di Cirebon, Jawa Barat, pada tahun 2016. Awalnya, kematiannya dikira akibat kecelakaan lalu lintas.
Namun, keluarga Vina mencurigai adanya hal lain karena kondisi jenazah yang tidak wajar. Mereka pun meminta penyelidikan lebih lanjut. Selama penyelidikan berlangsung, salah satu sahabat Vina mengalami kesurupan dan mengungkapkan bahwa Vina telah dianiaya dan diperkosa oleh geng motor tersebut.
Film ini menampilkan penampilan apik dari para pemeran utama. Nayla Purnama memerankan tokoh Vina dengan sangat baik, sementara Lydia Kandou dan Gisellma memberikan performa yang tak kalah mengesankan.
Yusuf Mahardika juga turut serta dalam film ini, menambah deretan aktor berbakat yang terlibat dalam produksi.
Keluarga Vina berharap film ini dapat memberikan kesadaran lebih luas mengenai pentingnya keadilan dan memperjuangkan hak korban kekerasan.
Mereka berharap, dengan dipublikasikannya cerita Vina, tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi dan masyarakat semakin peduli terhadap isu-isu kekerasan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







