Pendiri PT Paragon Technology and Innovation
Pada tahun 1985, Nurhayati Subakat dan suaminya, Subakat Hadi, memulai usaha berbasis industri rumahan.
Dengan tekad yang kuat, mereka mengembangkan produk perawatan rambut yang dikhususkan bagi para profesional. Dalam waktu singkat, usaha mereka berhasil berkembang pesat, mempekerjakan 25 orang karyawan dalam waktu lima tahun.
Pada Desember 1990, mereka mendirikan pabrik pertama di kawasan industri Cibodas. Dan inilah awal mula kemunculan merek kosmetik yang akan mengubah industri kecantikan di Indonesia: Wardah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Merek Kosmetik yang Berlabel Halal
Pada tahun 1995, Wardah diperkenalkan kepada masyarakat sebagai produk kosmetik pertama berlabel halal di Indonesia.
Hal ini menjadi tonggak penting dalam sejarah industri kecantikan di tanah air. Keberhasilan Wardah membuka jalan bagi kemunculan merek kosmetik halal lainnya, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam tren kecantikan halal di dunia.
Ekspansi dan Pengakuan Internasional
Dengan semangat kewirausahaan yang tak kenal lelah, Nurhayati Subakat terus mengembangkan bisnisnya.
Make Over, merek kosmetik untuk pasar profesional, diluncurkan pada tahun 2010, membuktikan ketangguhan dan inovasi dari perempuan tangguh ini.
Penghargaan dan Pengakuan
Prestasi bisnis Nurhayati Subakat tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional. Pada tahun 2020, PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan yang ia pimpin, tercatat memiliki 12.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia dan Malaysia.
Majalah Forbes menetapkan Nurhayati Subakat ke dalam daftar 25 bisnis wanita yang memiliki dampak besar di dunia bisnis Asia.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata akan dedikasi dan ketangguhan Nurhayati Subakat dalam memimpin perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






